VIRALKALTIM– Kepala Dinas Perikanan Kutai Timur, Yuliansyah, mengungkapkan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di wilayah tersebut sempat tidak dimanfaatkan oleh pengelola sebelumnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kemudian melakukan kerja sama dengan pihak ketiga agar fasilitas tersebut dapat kembali difungsikan.
Menurut Yuliansyah, dengan adanya kerja sama baru tersebut, nelayan Kutai Timur nantinya dapat membeli bahan bakar langsung di SPBUN tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan atau menempuh jarak jauh. Namun proses operasional SPBUN masih menunggu penyelesaian beberapa persyaratan teknis dan administratif.
Ia menjelaskan bahwa salah satu dokumen yang masih dalam proses adalah sertifikasi layak fungsi. Selain itu, rekomendasi resmi dari bupati juga diperlukan sebelum SPBUN dapat mulai beroperasi penuh. Kedua syarat tersebut kini sedang diurus agar fasilitas segera bisa digunakan.
Meskipun SPBUN merupakan aset milik Pemerintah Provinsi, pengelolaannya akan dilakukan oleh pihak ketiga yang telah disepakati dalam kerja sama. Model pengelolaan ini diharapkan membuat operasional SPBUN lebih optimal serta memberikan kepastian pelayanan bagi para nelayan.
Yuliansyah menegaskan bahwa keberadaan SPBUN sangat penting bagi nelayan Kutim. Tanpa fasilitas ini, nelayan harus mencari bahan bakar ke lokasi lain yang lebih jauh, sehingga menambah waktu, biaya operasional, dan menurunkan efisiensi kegiatan melaut.
Karena itu, ia menyampaikan harapan besar agar seluruh proses administratif dapat segera rampung, sehingga SPBUN bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
“Kami berharap SPBUN ini bisa cepat berjalan. Kehadirannya akan sangat membantu nelayan dalam mendapatkan BBM dengan mudah dan harga yang sesuai,” ujarnya.
Dengan beroperasinya SPBUN, Yuliansyah meyakini aktivitas nelayan Kutai Timur akan menjadi lebih lancar dan biaya melaut dapat ditekan. Ia berharap kolaborasi antara provinsi, pengelola pihak ketiga, dan pemerintah daerah dapat mempercepat terwujudnya fasilitas yang sangat dinantikan tersebut.(dy)


















