VIRALKALTIM– PKS Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat merespons musibah yang menimpa warga di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Sebagai bentuk kepedulian, partai berlambang bulan sabit kembar ini resmi menerapkan kebijakan pemotongan gaji bagi anggota legislatif dan pejabat publik dari PKS untuk disalurkan kepada korban bencana di tiga daerah tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari instruksi nasional PKS dalam upaya membantu percepatan pemulihan kondisi masyarakat.
Tidak hanya berhenti pada internal partai, PKS Kutim juga membuka ruang seluasnya bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.
Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui kanal yang telah disiapkan oleh struktur PKS, baik melalui posko maupun jalur penggalangan dana yang sedang berjalan.
PKS berharap bantuan dapat terkumpul secara maksimal untuk kemudian segera didistribusikan ke wilayah terdampak.
Ketua DPD PKS Kutim, H. Akhmad Wasrip, menegaskan bahwa semangat gotong royong harus menjadi penggerak utama dalam membantu saudara-saudara yang tengah berduka.
“Kami mengajak kader dan masyarakat Kutim untuk bersama membantu dengan apa yang ada. Sedikit dari kita sangat berarti bagi mereka yang sedang berduka,” ujarnya penuh harap.
Akhmad menambahkan bahwa instruksi resmi PKS terkait respons bencana mencakup tiga langkah utama. Pertama, pemotongan gaji anggota legislatif dan pejabat PKS sebagai donasi wajib.
Kedua, penggalangan sumbangan sukarela dari kader. Ketiga, koordinasi penyaluran bantuan melalui DPP PKS agar terorganisir dan tepat sasaran. Dengan koordinasi terpusat, bantuan diharapkan dapat menjangkau kelompok korban dengan lebih efektif.
Selain itu, PKS Kutim juga telah menggerakkan kader tingkat cabang dan ranting untuk turut mengumpulkan donasi dari lingkungan masing-masing. Berbagai kegiatan penggalangan dana pun mulai dilakukan, termasuk melalui aksi sosial dan penyebaran informasi publik agar lebih banyak masyarakat ikut tergerak membantu.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, PKS Kutim berharap langkah ini menjadi kontribusi nyata dalam meringankan beban masyarakat Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bantuan yang terkumpul diharapkan mampu mempercepat pemulihan dan memberikan harapan bagi para korban untuk kembali bangkit dari musibah yang mereka hadapi.(dy)


















