VIRALKALTIM – Laporan pemantauan level air pada dua titik intake Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur, yakni Intake Rantau Pulung (RP) di Sungai Benu Muda dan Intake Kabo Jaya (KJ) di Sungai Sangatta, menunjukkan kondisi fluktuatif selama periode 4–6 Maret 2026. Meski demikian, level air di Intake Kabo Jaya masih berada pada kategori aman untuk operasional.
Berdasarkan data pada Rabu (4/3/2026), level air di Rantau Pulung cenderung mengalami penurunan dari 46,15 meter pada pukul 06.00 menjadi 45,32 meter pada pukul 18.00.
Sementara itu, level air di Kabo Jaya justru mengalami kenaikan dari 5,10 meter pada pukul 06.00 menjadi 6,55 meter pada pukul 23.00. Kondisi ini menunjukkan tren berbeda antara kedua titik pantau, yakni penurunan di RP dan kenaikan di KJ.
Memasuki Kamis (5/3/2026), tren kembali berubah. Level air di Rantau Pulung yang sempat berada di angka 45,08 meter pada pukul 12.00 berangsur naik hingga mencapai 46,58 meter pada tengah malam.
Sebaliknya, level air di Kabo Jaya menunjukkan tren penurunan dari 5,69 meter pada pukul 12.00 menjadi sekitar 5,41 meter pada pukul 21.00.
Sementara itu, pada Jumat dini hari (6/3/2026), kedua titik pantau kembali menunjukkan tren kenaikan. Di Rantau Pulung, level air naik dari 46,68 meter pada pukul 01.00 menjadi 46,98 meter pada pukul 05.00. Sedangkan di Kabo Jaya meningkat dari 5,57 meter menjadi 5,72 meter.
Berdasarkan acuan operasional, level air Intake Kabo Jaya masih berada di bawah RL 7,69 yang masuk kategori level hijau atau aman untuk operasional instalasi pengolahan air.(dy)


















