VIRALKALTIM- Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, dimana konsentrasi utamanya melayani kebutuhan akan minum bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur.
Seiring dengan berkembangnya industri di Kabupaten Kutai Timur, maka Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur pun berinovasi membangun fasilitas dan memperluas jangkauan bisnis sehingga memiliki daya saing.
Dalam meningkatkan daya saing tersebut berencana untuk melakukan pengembangan bisnis dari turunan bisnis intinya (core bussines) sebagai perusahaan pengelola air bersih, yaitu dengan mendirikan kegiatan usaha baru yaitu industri Air Minum Dalam kemasan (AMDK).
Hari ini, Jumat (31/05/2024) Perumdam TTB, Kutim melakukan Ground Breaking Ceremony pembangunan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB).
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim, Joni, Kapolres Kutim, AKBP Ronny Bonic, Dandim 0909 Kutim, Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P) Rudi Iskandar, dan beberapa pejabat lainnya.
Tertera, tanggal kontrak proyek pembangunan akan dimulai pada 17 April- 13 September 2024. Atau 150 hari kerja. Dengan nilai kontrak 7.093.900.110. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor CV Tirta Pandawa.
“Luas bangunan 15×30 meter atau 450M2. Tinggi bangunan 8,5 meter. Rencana Kap. Produksi 0,27 liter/detik atau 23.400 liter/hari. Bahan baku produksi berasal dari Air Bersih Perumdam,” katanya.
Disinggung masalah besaran kemasan, Suparjan mengatakan akan ada dua jenis kemasan. Pertama ialah varian kemasan botol 330 ml/36bh/dus, dan gelas 240 ml/48 bh/dus.
“Alhamdulillah bisa berjalan lancar. Ini merupakan ide dan permintaan bupati. Mohon doa dan dukungan agar program ini berjalan lancar,” katanya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan Perumdam TTB memiliki dua prodak untuk masyarakat. Pertama ialah anjungan air siap minum.
“Ini ide kami saat di Bali. Semua kantor pemerintahan ada air siap minum. Mereka jarang sekali pake air kemasan luar. Itulah kita coba buat di Kutim. Ini bisa kita buat di daerah yang kurang sumber air,” katanya.
Kedua ialah inovasi lanjutan. Ialah produksi tambah nilai. “Alhamdulillah saat saya sampaikan ide, lalu melakukan kajian dan prodak di Jogja. Alhamdulillah kita sudah memulai juga. Ini akan menambah pendapatan Perumdam TTB,” katanya.
Dirinya yakin ke depan prodak tersebut akan menjadi unggulan. Apalagi, tak hanya di Perumdam TTB, akan tetapi ada dua desa yang mau produksi air kemasan serupa. Pertama di Kaliorang Selangkau dan Karangan.
“Ada juga sumber air di Teluk Pandan dan Bual-bual.
Saya merasa yakin setelah di PDAM selesai bisa persiapan di dua kecamatan tersebut. Nanti kita liat pasarannya. Saya berharap dengan prodak ini bisa menjadi konsumsi wajib. Diantaranya perusahaan,” katanya. (adv)


















