VIRALKALTIM – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dista) Kutim terus menggenjot penyuntikan vaksin PMK. Mereka menarget hingga 10 ribu dosis. Saat ini sudah sekita 7 ribu dosis lebih.
Hal ini tak lain untuk mencegah dan menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak agar tak mewabah di Kutai Timur (Kutim).
Kali ini penyuntikan sudah memasuki tahap kedua. Secara simbolis di Kaubun tepatnya di Desa Mata Air. Bupati Ardiansyah mengawali menyuntikan vaksin kepada sapi kelompok tani (Poktan) Karya Manunggal.
Saat penyuntikan Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Distanak Dyah Ratnaningrum, Plt Camat Kaubun Saprani, Ketua TP-PKK Siti Robiah, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Seskab Kutim Tejo Yuwono, Kepala UPT P4 Kaubun Yuliandi dan masyarakat Desa Mata Air.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan tahun ini pemerintah sangat bersemangat untuk melakukan bebagai program di bidang peternakan. Salah satunya breeding atau pemuliaan hewan. Namun kondisi tak memungkinkan dikarenakan merebaknya PMK. Sehingga program tercepatnya pemerintah membuat inseminasi buatan.
“Oleh karena itu, saya sepakat tahun depan harus memberikan dan menyiapkan (inseminasi buatan) ini kepada masyarakat. Sehingga kita dapat bertahan untuk menyiapkan kebutuhan daging sapi,” ucap orang nomor satu di Kutim itu.
Ia pun berharap semoga dapat berjalan lancar. Meskipun ia mengutarakan dengan konsep inseminasi buatan belum bisa dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kutim.
“Mudah-mudahan sapi kita terbebas dari PMK. Sekarang Kutim masih zona hijau,” imbuhnya.
Untuk petugas vaksin, ia berpesan tetap terus semangat menjalankan tugas. Terutama melakukan vaksin PMK ke hewan ternak yang ada di Kutim. Karena semua yang dilakukan akan banyak memberikan manfaat bagi warga Kutim. (adv)


















