VIRALKALTIM – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim) mulai mengarahkan pelatihan UMKM pada penguatan kemampuan mengelola usaha, bukan hanya keterampilan teknis produksi. Perubahan ini dinilai penting agar pelaku usaha mampu menjalankan bisnis secara lebih berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi UKM Kutim, Marhadyn, mengatakan pelatihan perlu menyentuh aspek pengelolaan usaha yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi pelaku UMKM. Kemampuan tersebut mencakup cara mengelola bisnis dan memahami kondisi keuangan usaha.
Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki kemampuan menghasilkan produk. Pengelolaan yang baik diperlukan agar usaha dapat bertahan ketika menghadapi perubahan kondisi ekonomi maupun kebutuhan pasar.
“Pelatihan-pelatihan yang kita lakukan ke depan tidak hanya bagaimana membuat produknya, tetapi bagaimana mengelola usahanya, bagaimana literasi keuangannya, bagaimana kapasitas pengusahanya,” kata Marhadyn.
Pola pembinaan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam membaca perkembangan ekonomi. Dengan pemahaman yang lebih baik, UMKM diharapkan dapat menyesuaikan pengelolaan bisnis ketika terjadi perubahan pada pasar.
Marhadyn juga memberi perhatian pada penguatan jiwa kewirausahaan, khususnya bagi kalangan anak muda. Menurutnya, generasi muda perlu didorong memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengembangkan usaha, sehingga tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia.
“Terutama anak-anak muda ini kita dorong supaya mereka punya jiwa entrepreneur, punya kemampuan untuk mengelola usaha dan punya keberanian untuk berusaha,” ujarnya.
Ia menilai penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun UMKM yang mampu bertahan dan berkembang. Karena itu, materi pelatihan akan terus diarahkan pada kebutuhan nyata dalam menjalankan usaha, mulai dari pengelolaan hingga kemampuan menghadapi perubahan.
Dengan pendekatan tersebut, Diskop UKM Kutim berharap kegiatan pelatihan memberikan dampak yang lebih nyata terhadap keberlangsungan usaha, sekaligus membentuk pelaku UMKM yang lebih siap mengembangkan bisnisnya.(adv/mel)


















