VIRALKALTIM– PT Pama terus menghadirkan inovasi dalam sistem keselamatan kerja dengan menerapkan teknologi pemantauan istirahat karyawan. Perwakilan perusahaan, Tri Rahmat, menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas kecelakaan.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan digital dan kebutuhan pencatatan yang presisi mendorong perusahaan beralih dari metode manual ke sistem otomatis. Digitalisasi ini memungkinkan perusahaan mengetahui kondisi nyata pekerja sebelum menjalankan tugas operasional. “Dengan teknologi, kami dapat memastikan kesiapan pekerja secara objektif,” katanya.
Tri menegaskan bahwa keselamatan pekerja adalah prioritas. Perusahaan ingin memastikan pekerja aman sejak hari pertama bertugas hingga hari terakhir mereka bekerja. Untuk itu, PT Pama merancang metode terukur terkait kesiapan fisik dan mental pekerja sebelum memasuki area operasi.
Sebelumnya, kesiapan kerja bergantung pada pengakuan individu. Pekerja menyatakan sendiri apakah mereka cukup tidur, sedang dalam kondisi baik, atau tidak memiliki masalah psikologis. Namun, metode ini dinilai tidak cukup kuat untuk menjawab tantangan operasional yang semakin kompleks.
“Pantauan operasional kami semakin tinggi. Beberapa kejadian kecelakaan kerja mendorong perlunya sistem yang lebih valid,” jelasnya. Dari situlah PT Pama menyediakan alat bantu yang dipinjamkan kepada pekerja untuk memantau durasi tidur mereka setiap hari.
Data dari alat tersebut menjadi acuan utama sebelum karyawan diizinkan menjalankan alat berat sesuai tugasnya. “Jika data menunjukkan istirahat cukup, barulah mereka diperkenankan bekerja,” ujarnya.
Selain itu, PT Pama menyiapkan fasilitas khusus untuk mengevaluasi kondisi karyawan yang mengalami gangguan tidur. Validasi dilakukan secara menyeluruh agar setiap pekerja benar-benar dalam kondisi optimal. Tri memastikan bahwa langkah ini akan terus diperkuat seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional.(dy)


















