VIRALKALTIM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan kependudukan.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Orientasi Implementasi Rencana Pembelajaran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bagi guru SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan selama dua hari, Kamis–Jumat (6–7/8/2026), di Hotel Royal Victoria Sangatta.
Kegiatan yang diikuti 110 peserta ini dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kutim, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim, Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, Sekretaris DPPKB Jumran, Kabid Pengendalian Penduduk Tristiningsih, Kabid P2 Yunita Ronting, para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta sejumlah undangan lainnya. Peserta terdiri atas 60 kepala sekolah dan guru pengelola SSK, tiga narasumber, delapan PLKB, 24 undangan, dan 15 panitia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T, yang mewakili Bupati Kutai Timur. Dalam sambutannya, Yuriansyah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Sekolah Siaga Kependudukan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi kolaborasi yang erat dari seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.
Yuriansyah yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik berharap orientasi ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep dan implementasi SSK, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat baru bagi para pendidik untuk menerapkannya di lingkungan sekolah.
“Menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, serta kemampuan mereka dalam merencanakan masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan Sekolah Siaga Kependudukan tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang telah dibentuk, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai kependudukan dapat tumbuh menjadi budaya di lingkungan sekolah.
Dengan komitmen yang kuat, SSK di Kutai Timur diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki wawasan kependudukan sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Orientasi tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) RI Perwakilan Kalimantan Timur, yakni Yulianto yang menyampaikan materi implementasi pendidikan kependudukan pada SSK serta Karisya Humaira yang memaparkan kebijakan dan strategi kerja sama pendidikan kependudukan.
Selain itu, Ismail Ali Sakty dari SD Kemala Bhayangkari Balikpapan turut berbagi pengalaman penerapan SSK di sekolah.
Hingga tahun 2026, Program Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Kutai Timur telah berkembang menjadi 88 sekolah.
Sebanyak 56 sekolah dibentuk secara bertahap pada periode 2023–2025 di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, terdiri atas 36 SD sederajat dan 20 SMP sederajat.
Pada tahun 2026, program kembali diperluas dengan pembentukan 32 SSK di Kecamatan Bengalon yang mencakup 24 SD sederajat dan delapan SMP sederajat. Perluasan tersebut menjadi bukti komitmen DPPKB Kutim dalam memperkuat pendidikan kependudukan sebagai bagian dari pembangunan generasi masa depan.(*)


















