VIRALKALTIM— Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui dua program prioritas pada tahun 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp10 miliar, yang diarahkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa anggaran tersebut terbagi dalam dua komponen utama. Pertama, Rp4 miliar merupakan dana mandatori pendidikan yang akan difokuskan pada penguatan edukasi keluarga, baik terkait kesehatan reproduksi, pola asuh, gizi seimbang, hingga kesiapan remaja menghadapi masa depan.
Kedua, Rp6 miliar dialokasikan untuk program Cap Jempol Stop Stunting, sebuah strategi terpadu yang menitikberatkan pada pencegahan stunting sejak dini melalui kolaborasi lintas sektor.
“Dana ini tidak sekadar untuk memenuhi serapan, tetapi harus benar-benar menjadi dorongan nyata agar setiap keluarga merasakan manfaat dari edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan,” tegas Junaidi.
Selain penguatan edukasi, DPPKB juga menekankan pentingnya kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK). Saat ini, TPK menjadi ujung tombak pendataan sekaligus intervensi awal terhadap keluarga berisiko stunting. Karena itu, pembinaan dan peningkatan kompetensi TPK akan dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam pemanfaatan data mikro di lapangan.
Menurut Junaidi, kebijakan yang baik hanya dapat lahir dari data yang akurat. “Kalau data kuat, kebijakan pun tepat sasaran. Kita ingin memastikan seluruh intervensi benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.
Dengan langkah ini, DPPKB optimistis penurunan stunting di Kutim dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus memperluas jangkauan pendidikan keluarga di seluruh kecamatan. (Adv/ss)


















