VIRALKALTIM — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang ramah anak.
Melalui kegiatan Evaluasi Pendampingan Pengisian Instrumen Puskesmas Ramah Anak Tahap II, DPPPA berupaya memastikan setiap fasilitas kesehatan di Kutim dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Kepala DPPPA Kutim, Idham Chalid melalui Kabid PHA Rita Winarni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Evaluasi tahap II dilakukan untuk melihat sejauh mana puskesmas telah memenuhi indikator ramah anak, baik dari sisi sarana prasarana, pelayanan, maupun sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, sejumlah puskesmas di Kutim telah memiliki fasilitas pendukung yang memadai, seperti ruang bermain anak, pojok baca, dan pojok asih. Fasilitas tersebut dihadirkan untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi anak-anak yang datang berobat, sehingga mereka merasa nyaman dan tidak takut berada di lingkungan puskesmas.
Selain infrastruktur, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan juga menjadi perhatian utama. DPPPA Kutim telah melatih sejumlah tenaga kesehatan agar memahami Konvensi Hak Anak (KHA) dan mampu memberikan pelayanan yang lebih empatik, penuh perhatian, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
“Setiap anak yang datang ke puskesmas harus mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan berperspektif anak. Mereka perlu merasa aman, damai, dan dihargai,” ujar perwakilan DPPPA Kutim dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya Kutai Timur dalam memperkuat penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Saat ini, Kutim berada pada posisi madya. Tinggal menambah 3,1 poin menuju predikat nindya. Melalui peningkatan kualitas puskesmas ramah anak, diharapkan capaian itu dapat segera terwujud.
DPPPA Kutim optimistis bahwa seluruh puskesmas di wilayahnya dapat mencapai predikat ramah anak secara berkelanjutan. Dengan dukungan lintas sektor dan kesadaran bersama, Kutai Timur diyakini mampu menjadi daerah yang benar-benar peduli terhadap tumbuh kembang serta perlindungan hak-hak anak.(dy)


















