VIRALKALTIM– Festival Pekan Ekonomi Kreatif (FPEK) Kutai Timur Tahun 2025 resmi digelar dan langsung menegaskan posisinya sebagai ruang berkumpulnya generasi muda dalam kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
Tidak hanya menjadi arena promosi UMKM, FPEK tahun ini tampil sebagai panggung besar bagi anak muda Kutim untuk menunjukkan kreativitas, bakat, dan energi positif mereka.
Sebanyak 58 UMKM turut ambil bagian dalam festival ini, mulai dari kuliner, kriya, fashion, hingga produk kreatif digital. Namun yang paling mencuri perhatian adalah tingginya keterlibatan para pemuda sebagai penggerak utama kegiatan, mulai dari penyelenggara, pengisi acara, hingga peserta kompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa semangat inovasi di kalangan muda Kutim kini berkembang sangat pesat.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, H. Nurullah, menegaskan bahwa FPEK bukan hanya tentang ekonomi kreatif, tetapi juga tentang pembangunan karakter generasi muda. Ia memberikan apresiasi besar kepada Pemuda Kutim sebagai penggagas utama festival yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif dan membangun ruang ekspresi yang aman serta produktif bagi anak muda.
“Pemuda kita harus diarahkan pada kegiatan yang bernilai, yang membuat mereka berkembang dan jauh dari aktivitas negatif. FPEK ini salah satu buktinya, bahwa anak muda Kutim bisa berkarya dan berkontribusi besar bagi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kreativitas yang tumbuh di kalangan pemuda adalah fondasi penting bagi ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif.
Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga diwarnai oleh kehadiran berbagai komunitas anak muda, seperti cosplayer, gamers, musisi, dan seniman digital.
Mereka tampil melalui pertunjukan, workshop, hingga kompetisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan inspirasi. Keberagaman kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.
Nurullah berharap, melalui ajang seperti FPEK, generasi muda Kutim semakin aktif terlibat dalam kegiatan yang positif, produktif, dan membangun. Selain mendorong lahirnya talenta baru, keterlibatan 58 UMKM juga diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kebanggaan terhadap produk lokal Kutai Timur. (Adv/ss)


















