VIRALKALTIM– Ketua Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutai Timur, Dr. H. Ismail Fahmy Almadi, S.Pi., M.P., mengajak masyarakat Kutai Timur untuk tidak ragu menguliahkan putra-putrinya di Stiper.
Menurutnya, Stiper memiliki sejumlah pilihan program studi yang relevan dengan potensi daerah, mulai dari Agroteknologi, Teknik Pertanian, Kehutanan, Peternakan, hingga Ilmu Kelautan, dengan konsentrasi Agribisnis dan Budidaya Perairan.
Ismail mengatakan, salah satu alasan masyarakat patut mempertimbangkan Stiper sebagai pilihan pendidikan tinggi adalah karena kampus tersebut memiliki fokus yang kuat pada bidang pertanian dan sumber daya alam.
Dari sisi sumber daya manusia, Stiper juga terus memperkuat kualitas tenaga pengajarnya. Sudah 90 pengajar Stiper telah tersertifikasi. Bahkan, saat ini terdapat delapan orang dosen bergelar doktor, sementara lima orang lainnya sedang dalam proses melanjutkan pendidikan doktoral.
“Yang menjadi pekerjaan rumah kami adalah bagaimana meningkatkan minat generasi muda untuk kuliah di Stiper. Padahal kuliah di Stiper gratis,” ujar Ismail.
Untuk meningkatkan jumlah mahasiswa, pihak Stiper terus melakukan sosialisasi secara masif. Tidak hanya melalui media sosial, sosialisasi juga dilakukan secara langsung dengan menyasar sekolah, pondok pesantren hingga kelas pegawai.
Menurut Ismail, rendahnya minat masyarakat terhadap Stiper kemungkinan dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya semakin banyak perguruan tinggi yang menawarkan perkuliahan secara daring. Selain itu, masih terdapat anggapan di kalangan generasi muda bahwa bidang pertanian kurang menarik dibandingkan bidang lainnya.
Karena itu, Stiper berupaya mengubah pandangan tersebut dengan menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki prospek besar dan menjadi salah satu bidang penting bagi masa depan daerah.
“Pertanian bukan hanya soal menjadi petani. Di dalamnya ada teknologi, bisnis, pengelolaan sumber daya, kehutanan, peternakan, kelautan dan berbagai peluang pekerjaan lainnya,” jelasnya.
Untuk memperkuat Stiper ke depan, pihak kampus telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kedua, memperkuat kelembagaan dan akreditasi agar kualitas pendidikan semakin baik.
Ketiga, Stiper akan terus berupaya menciptakan perubahan pandangan masyarakat terhadap kampus, khususnya agar Stiper tidak hanya dipandang sebagai kampus pertanian, tetapi sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Keempat, memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dan para alumni.
Ismail berharap masyarakat Kutai Timur dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan yang tersedia di Stiper.
Dengan biaya kuliah gratis serta pilihan program studi yang berkaitan erat dengan potensi daerah, Stiper diharapkan menjadi salah satu pilihan utama generasi muda Kutai Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Ayo kuliah di Stiper. Mari kita siapkan generasi Kutai Timur yang mampu mengelola potensi pertanian dan sumber daya alam daerah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkasnya.(dy)


















