VIRALKALTIM— Penyakit Influenza A dipastikan sudah lama ada dan terpantau di Kabupaten Kutai Timur. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut bahwa influenza bukan merupakan penyakit baru, namun pemantauannya dilakukan secara berkala melalui sistem surveilans kesehatan yang aktif di setiap puskesmas.
Menurutnya, keberadaan penyakit ini selalu termonitor sehingga pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan bila terjadi peningkatan kasus.
Sumarno menjelaskan bahwa setiap puskesmas induk ada satu petugas promkes dan di setiap desa terdapat satu Puskesmas Pembantu (PUSTU). Setiap satu Puskesmas pembantu ada satu Perawat dan satu Bidan serta 2 orang Kader ILP yang mana setiap Kader ILP memiliki kemampuan 25 Kompetensi, yang bertugas melaporkan ke dinkes lewat aplikasi. Kemudian diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga ke pusat.
“Jadi tran kenaikan penyakit terpantau lewat SKDR, dari puskesmas langsung ke kabupaten, provinsi, lalu pusat,” ujarnya.
Salah satu perangkat penting dalam proses pemantauan itu adalah Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Melalui sistem ini, pemerintah daerah dapat mengetahui potensi kemunculan penyakit tertentu dengan lebih cepat.
Sumarno mengatakan, SKDR menjadi alat utama dalam memperkirakan tren penyakit seperti DBD, ISPA, maupun influenza. “Dari SKDR itu kita bisa lihat potensi kenaikan kasus, jadi bisa langsung dilakukan antisipasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa SKDR sangat membantu petugas dalam menganalisis trend kenaikan atau lonjakan penyakit yang bisa berpotensi menimbulkan KLB, ISPA maupun influenza yang sering kali meningkat pada musim tertentu.
Dengan adanya laporan rutin dan pemantauan terpusat, setiap puskesmas dapat mengetahui perkembangan penyakit di wilayahnya dan mengambil langkah pencegahan lebih cepat. Sistem ini juga memastikan informasi kesehatan daerah selalu terkini dan akurat.
Selain pemantauan penyakit, Dinas Kesehatan Kutim juga memastikan bahwa kebutuhan obat-obatan untuk menangani influenza maupun penyakit lainnya berada dalam kondisi aman. Sumarno menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi kekurangan obat di fasilitas kesehatan milik pemerintah. “Alhamdulillah untuk obat-obatannya tersedia semua, tidak pernah bermasalah,” tegasnya.
Dengan penjaminan ketersediaan obat serta sistem pemantauan yang berjalan baik, Pemkab Kutai Timur berharap masyarakat tetap tenang dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala influenza. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat agar potensi penularan penyakit dapat diminimalkan (az/adv)


















