VIRALKALTIM – Jembatan Muara Lembak yang berada di ruas jalan nasional penghubung Jalan Poros Muara Lembak–Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akan dilakukan penutupan sementara menyusul kondisi kerusakan jembatan yang dinilai telah mengalami perubahan signifikan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan peninjauan kondisi jembatan, ditemukan adanya perubahan kondisi pada lantai jembatan. Kerusakan tersebut terlihat dari kondisi aspal yang mengalami kerusakan dan retakan pada lantai jembatan.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas, terlebih terdapat perubahan elevasi pada lantai jembatan yang diperkirakan mencapai sekitar satu meter.
Pemeriksaan dan peninjauan terhadap kondisi jembatan telah dilaksanakan pada 8 Oktober 2026 sekitar pukul 09.30 WITA. Hasil peninjauan kemudian disampaikan kepada sejumlah pihak terkait, di antaranya Polsek Bengalon, Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, pihak Kecamatan Bengalon, serta masyarakat pengguna jalan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan maupun ancaman keselamatan akibat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan.
Untuk sementara, arus lalu lintas diupayakan dialihkan melalui jalur alternatif dengan melintasi Jembatan Keni Aras di Sepaso Timur. Pengalihan lalu lintas juga akan memanfaatkan Jembatan Bailak dengan mempertimbangkan kondisi dan lebar jembatan yang dapat digunakan.
Pemimpin Penugasan Kontrak 2.4 Provinsi Kalimantan Timur, Musa Partogi, menyampaikan bahwa kondisi Jembatan Muara Lembak perlu mendapat perhatian serius guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Kutai Timur dinilai penting agar pengguna jalan mengetahui adanya penutupan sementara serta jalur alternatif yang dapat dilalui.
Masyarakat pengguna jalan diimbau memperhatikan informasi dan arahan petugas selama proses pengalihan lalu lintas berlangsung. Pengendara juga diharapkan berhati-hati ketika melintasi jalur alternatif, khususnya pada titik-titik yang memiliki keterbatasan lebar maupun kondisi jalan yang berbeda dari jalur utama.
Penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah antisipasi demi mengutamakan keselamatan masyarakat, sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap kondisi Jembatan Muara Lembak.
Hal ini dibenarkan oleh Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid. Kata dia, jalan dialihkan antar Sepaso Selatan dan Sepaso Timur. “Ada jembatan juga. Nanti menuju jalan Ken Arok,” katanya.
Kata dia, jarak titik utama menuju tembusan diperkirakan 12-14 kilo. Jalannnya pun terbilang baik.
“Sementara jalan lama masih dilewati. Nanti tanggal 8 mulai pengerjaan dan perkiraan 1 bulan,” katanya. (adv/dy)


















