VIRALKALTIM – Sebagai salah satu anggota DPRD Kutai Timur termuda, Aldriansyah membawa perspektif baru dalam dunia politik lokal. Usianya yang masih belia tidak mengurangi rasa tanggung jawabnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Justru, menurutnya, menjadi dewan muda adalah kesempatan untuk menghadirkan pendekatan yang lebih dekat, cepat, dan adaptif terhadap kebutuhan warga.
Aldriansyah menuturkan bahwa tantangan utama yang ia hadapi sejak awal adalah membangun kepercayaan publik. Banyak warga yang awalnya meragukan kemampuannya karena faktor usia. Namun ia memilih membuktikan diri melalui kerja nyata.
“Saya ingin menunjukkan bahwa anak muda juga bisa menjadi corong aspirasi masyarakat, bukan hanya penonton,” katanya.
Setiap minggu, ia turun langsung ke lapangan untuk menyerap keluhan warga, mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga persoalan ekonomi masyarakat kecil. Baginya, mendengar langsung adalah cara terbaik memahami situasi nyata yang sering kali tidak terlihat di atas kertas. Ia menegaskan bahwa kehadiran fisik seorang dewan sangat berarti bagi warga, terutama di desa-desa terpencil.
Perjuangannya tidak selalu mudah. Ia menghadapi kendala birokrasi, keterbatasan anggaran, hingga perbedaan pandangan dalam rapat komisi. Namun sebagai dewan muda, ia belajar untuk bersikap terbuka dan kolaboratif. Ia banyak berdiskusi dengan dewan senior, mencari strategi terbaik agar aspirasi masyarakat dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
Salah satu fokus utamanya adalah memajukan wilayah Dapil 5 yang masih tertinggal dalam hal infrastruktur dasar. Ia memperjuangkan perbaikan jalan rusak, peningkatan akses listrik, serta ketersediaan air bersih. Tak hanya itu, Aldriansyah juga menyoroti pentingnya jaringan telekomunikasi bagi pelajar dan pelaku UMKM lokal.
Ia mengakui bahwa menjadi dewan muda berarti bekerja dua kali lebih keras. Namun semangat masyarakat yang terus memberikan dukungan menjadi sumber energinya untuk tidak menyerah.
“Setiap keluhan warga adalah amanah, dan amanah itu harus diperjuangkan,” ujarnya.
Aldriansyah berharap perjuangannya dapat membuka jalan bagi lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam proses politik. Ia percaya bahwa masa depan Kutai Timur membutuhkan kolaborasi lintas generasi agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan merata.(adv/dy)


















