VIRALKALTIM – Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Zulkifli Alwi, mengkritisi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kutim yang memprioritaskan menu impor ketimbang menu lokal untuk bahan baku dapur makan bergizi gratis. Hal ini dikritik karena dapat merugikan petani dan ekonomi lokal.
“Penggunaan bahan impor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak sejalan dengan tujuan program yang ingin meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan memberdayakan masyarakat lokal,” kata Zulkifli Alwi.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin, juga menekankan pentingnya penggunaan bahan lokal dalam program MBG untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. “Program MBG harus dapat menjadi stimulus bagi ekonomi lokal, bukan sebaliknya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kutim sendiri telah meluncurkan SPPG sebagai bagian dari program nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Program ini diharapkan dapat menghidupkan rantai ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat.
“Kami berharap SPPG dapat menjalankan program ini dengan baik dan memperhatikan kepentingan masyarakat lokal,” tambah Zulkifli Alwi. Zulkifli Alwi juga berharap 30-40% tanaman petani sesuai dengan kebutuhan pasar MBG, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani lokal.(*)


















