VIRALKALTIM – LPB PAMA Banua Etam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Persiapan dan Pengolahan Lahan Pertanian yang berfokus pada komoditas padi, jagung pakan, dan hortikultura.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada 29 Juni 2026 di Sangatta dan 4 Juli 2026 di Bengalon. Sebanyak 30 pelaku UMKM sektor pertanian mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lahan pertanian secara efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya persiapan lahan sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Peserta mendapatkan materi yang dipadukan dengan diskusi serta praktik lapangan sederhana agar lebih mudah diterapkan di lokasi usaha masing-masing.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai jenis tanah beserta karakteristiknya, khususnya yang banyak dijumpai di wilayah Sangatta, Bengalon, dan sekitarnya. Mereka juga dibekali pengetahuan mengenai sifat fisik dan kimia tanah sehingga mampu mengenali potensi maupun kendala yang dihadapi saat melakukan budidaya.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai syarat tanah yang ideal sebagai media tanam, mulai dari tingkat kesuburan, struktur, tekstur, kandungan bahan organik, sistem aerasi, drainase, hingga tingkat keasaman (pH). Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam menentukan teknik pengelolaan lahan yang tepat sebelum proses penanaman dilakukan.
Materi berikutnya membahas teknik pengolahan tanah yang sesuai untuk komoditas padi, jagung pakan, dan hortikultura. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyesuaikan metode pengolahan lahan dengan karakteristik masing-masing tanaman agar hasil budidaya lebih optimal.
Tidak hanya itu, pelatihan juga mengulas pentingnya bahan organik dalam meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan menyimpan air, serta mendukung aktivitas mikroorganisme.
Peserta bahkan diajarkan cara menghitung kebutuhan bahan organik berdasarkan kondisi lahan yang dimiliki sehingga penggunaannya menjadi lebih efektif dan efisien.
Sebagai penutup, peserta melakukan praktik pengecekan kondisi tanah menggunakan alat ukur untuk mengetahui tingkat keasaman (pH) dan tingkat kesuburan tanah. Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung dalam melakukan evaluasi lahan sebelum memulai budidaya.
Secara terpisah, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Dwi, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di sektor pertanian.
“Peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusianya. Melalui pelatihan ini kami berharap para pelaku UMKM memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola lahan sehingga dapat menghasilkan budidaya yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, LPB PAMA Banua Etam berharap para pelaku UMKM mampu menerapkan teknik persiapan dan pengolahan lahan secara tepat sehingga produktivitas padi, jagung pakan, dan hortikultura semakin meningkat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian yang produktif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sangatta dan Bengalon.(*)


















