VIRAL KALTIM, KUTIM- Sudah hampir sepekan BBM mengalami kelangkaan. Bahkan nyaris ditelan bumi. Baik pertalite, solar, terlebih premium. Anehnya, pertamax juga Ikut-ikutan kosong. Sungguh aneh.

Atas musibah ini, masyarakat mulai berspekulasi. Mulai dari dugaan kelangkaan lantaran pengetap, permainan oknum SPBU, hingga defisit BBM. Tentu saja semua dugaan tersebut perlu diklarifikasi.
“Faktanya banyak pengetap yang dibiarkan dan mendominasi di SPBU. Nyatanya, tidak hanya di Kutim langka, akan tetapi hampir di beberapa kota di Kaltim. Imbasnya kami,” ujar Norman dan Johari warga Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kutim, Pasombaran mengaku tak mengetahui pasti penyebab kelangkaan tersebut.
“Kami tidak tau juga kenapa langka. Apakah ada sanksi pertamina ke SPBU atau produksi terhambat. Kejadian sudah terjadi sejak 3 hari yang lalu,” kata Pasombaran.
Namun kata dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan instansi terkait. “Kami sudah lakukan pertemuan dengan instansi terkait. Membahas masalah keluhan masyarakat seperti kelangkaan premium, elpiji, dan solar,” jelasnya.
Kemudian lanjut mantan Kepala Pasar Induk itu, pihaknya tengah membentuk tim. “Bentuk tim pengawas penyalur BBM. Kami tunggu SK. Kami juga mencari solusi agar tidak didominasi oleh pengetap,” lanjut dia.
Katanya juga, jika semua pedagang emperan BBM tak memiliki izin. Semua ilegal. “Premium bisa dipakai tapi tidak diperjualbelikan. Hanya SPBU dan APMS saja yang boleh jual. Yang lain ilegal,” jelasnya.
Bidang Hubungan Dalam Negeri, Doni Afriadi menambahkan ada beberapa dugaan kelangkaan BBM. “Pertama pengguna banyak dan pengetap banyak. Sedangkan jumlah BBM yang masuk enggak ada pengurangan. Normal saja,” katanya.
Menjawab hal itu, Pengawas SPBU Yos Sudarso 2, Acok Rahman mengatakan jika BBM langka sejak sepekan. Satu masalah yang paling mendominasi. Yakni masalah waktu.
“Masalahnya harus mengambil ke Balikpapan. Depo di Samarinda kosong. Kami pun tidak tau waktu sampai ke Sangatta. Kalau pun ada stok, diutamakan dalam kota dulu. (Samarinda dan lain-lain). Ke Kutim (jika ada sisa). BBM gantian datang. Biasa solar, premium, dan pertalite,” katanya.
Sumber SPBU lainnya yang dirahasiakan namanya menuturkan, kelangkaan selain masalah waktu pengambilan di Balikpapan, juga disebabkan pengurangan.
“Pengiriman BBM berkurang. Yang semula 16 ton sekarang datang 8 ton saja. Datangnya gantian juga. Tidak Beriringan,” kata sumber tersebut.
Anggota DPRD, Uce Prasetyo pun angkat bicara. Calon Wakil Bupati Kutim ini mengatakan kelangkaan ada beberapa faktor. “Pertama masalah suplai kurang, adanya penyalahgunaan, dan atau permintaan banyak. Saran kami, dikumpulkan semua pihak. Baik dari Pemkab, Polres, dan Pertamina. Sehingga mendapatkan solusi,” katanya. (dy)


















