VIRALKALTIM— Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Dokter Novel Tyty Poembonan, menyoroti minimnya arah dan rencana besar pemerintah daerah terkait pengembangan riset dan inovasi.
Ia menyebut hingga kini belum melihat adanya desain besar yang menuntun Kutim untuk memetakan masalah dan menghadirkan solusi berbasis penelitian.
Menurut Novel, riset memiliki peran penting dalam memajukan daerah. Dengan penelitian yang terarah, berbagai persoalan di lapangan dapat diidentifikasi secara akurat sehingga pemerintah bisa mengambil langkah yang tepat dan terukur.
“Harusnya kita meneliti sebuah masalah, memberikan solusi terhadap masalah yang muncul dan bisa dipecahkan,” ujarnya.
Ia menilai Kutim memiliki potensi besar untuk menjadi daerah dengan pusat inovasi kuat, mengingat banyaknya sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, kelautan, dan energi. Namun tanpa roadmap riset yang jelas, potensi ini akan sulit dimaksimalkan.
Dokter Novel menekankan perlunya ekosistem riset yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga pelaku industri. Sinergi tersebut akan mempercepat hadirnya temuan ilmiah yang dapat menjawab tantangan daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi tinggi, tetapi bagaimana pemerintah mampu mengembangkan cara kerja baru yang lebih efisien, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Inovasi itu bermula dari keberanian berpikir berbeda untuk menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Novel berharap Pemkab Kutim segera menyusun rencana induk riset dan inovasi sehingga pembangunan daerah tidak lagi berjalan tanpa arah. Ia menilai hal ini penting agar Kutim mampu bersaing dan tumbuh lebih cepat dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal.(dy/adv)


















