VIRALKALTIM— Anggota DPRD Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini, menanggapi keluhan warga terkait tertundanya pengadaan alat tangkap perikanan berupa jaring pada tahun ini. Ia mengatakan keterlambatan terjadi karena waktu pelaksanaan yang tidak mencukupi.
“Katanya waktunya memang tidak mencukupi untuk dilaksanakan di ABT,” jelasnya.
Menurut informasi yang diterimanya dari Dinas Perikanan, program tersebut tidak dibekukan, tetapi harus dijadwalkan ulang. Leny menegaskan agar realisasi pengadaan dilakukan tahun depan.
“Mudah-mudahan tahun depan harus bisa terealisasi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya turut mengusulkan pengadaan bibit perikanan dan pendukung sektor ekonomi lainnya dalam pembahasan anggaran. Hal ini dianggap penting karena banyak masyarakat menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Saya juga ada usulan terkait bibit dan lainnya,” katanya.
Menurutnya, sektor perikanan masih memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi keluarga maupun daerah. Oleh karena itu, ia mendorong dinas terkait untuk lebih cepat mengeksekusi program-program prioritas.
“Perikanan ini sangat membantu ekonomi warga,” ujarnya.
Leny mengingatkan bahwa setiap program dinas harus direncanakan dengan matang agar tidak lagi terkendala teknis pada akhir tahun. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar karena proses anggaran memiliki aturan ketat.
“Semua harus sesuai mekanisme. Yang penting tidak dibatalkan,” jelasnya.
Ia berharap program penguatan perikanan dapat berjalan lebih stabil di tahun anggaran berikutnya sehingga nelayan dan pembudidaya dapat merasakan manfaat yang maksimal. (Adv/ss)


















