VIRALKALTIM— Minimnya keterwakilan perempuan di DPRD Kutai Timur menjadi perhatian Anggota DPRD Leny Susilawati Anggraini. Dari 40 anggota dewan, hanya enam perempuan yang duduk di parlemen.
“Itu memang tidak mencukupi 30 persen,” katanya.
Namun, dalam sektor pekerjaan dan ekonomi, Leny justru melihat perempuan kini tampil lebih aktif dan tidak kalah dari laki-laki. Ia menyebut mayoritas penggerak UMKM di Kutim berasal dari kalangan perempuan.
“UMKM itu perempuan penggeraknya. Luar biasa mereka,” ujarnya.
Leny juga menuturkan bahwa banyak komunitas perempuan di daerahnya yang aktif menjalankan usaha kecil, pelatihan, hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga. Ia menyebut partisipasi perempuan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Pesertanya ratusan dan hampir semua perempuan,” jelasnya.
Menurutnya, kesetaraan gender tidak hanya dilihat dari jumlah kursi di parlemen, tetapi dari ruang peran dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Ia menilai perempuan semakin mandiri, kreatif, dan mampu menopang kebutuhan keluarga.
“Sekarang hampir seimbang di pekerjaan,” katanya.
Walaupun demikian, ia tetap mendorong agar perempuan berani masuk ke sektor politik agar menjadi bagian dari pengambilan keputusan. Keterlibatan perempuan dinilai penting untuk memperjuangkan kebutuhan kelompok rentan dan keluarga.
“Perempuan juga harus berani terjun ke politik,” tambahnya.
Leny berharap semakin banyak perempuan Kutim yang percaya diri menempatkan diri sebagai pemimpin, pelaku usaha, dan penggerak masyarakat di masa depan. (Asv/ss)


















