VIRALKALTIM– PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur terus melakukan standardisasi aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di lingkungan pendidikan.
Melalui program PAMA Safe School, fokus utama diarahkan pada pendalaman instrumen Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) bagi para kader di SMKN 1 Sangatta Utara pada Selasa, 12 Mei 2026.
IBPR menjadi fundamental yang harus dikuasai oleh setiap personel di sekolah binaan. Hal ini bertujuan agar budaya “melek risiko” tidak hanya menjadi slogan, melainkan keterampilan teknis yang mampu diimplementasikan secara faktual dalam keseharian di sekolah maupun saat siswa memasuki dunia industri nantinya.
Kegiatan intensif ini menghadirkan pemateri dari SHE Section Head PAMA Kutim, Benny Febrianto, dan Hendra Kusuma sebagai perwakilan CSR. Sebanyak 32 peserta, yang terdiri atas guru dan siswa anggota Kader Pama Safe School, terlibat secara aktif dalam pemetaan potensi bahaya di lingkungan sekolah mereka.
Dalam sesi teknisnya, Benny menjelaskan bahwa IBPR adalah langkah preventif dalam mencegah terjadinya insiden. “Kami melatih siswa-siswi untuk memiliki kepekaan terhadap setiap detail di lingkungan mereka.
Melalui diskusi grup dan pemaparan materi di kelas, mereka belajar menentukan skala risiko dan merumuskan langkah pengendalian yang efektif. Harapannya, IBPR menjadi bahasa sehari-hari bagi warga SMKN 1 Sangatta Utara dalam menjaga keselamatan kolektif,” jelas Benny.
Perwakilan SMKN 1 Sangatta Utara, Zulkifli, selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, menyambut positif kegiatan pelatihan ini.
“Penguasaan identifikasi bahaya adalah nilai tambah luar biasa bagi siswa kami. Ini adalah keterampilan industri yang sangat mahal harganya. Kami mengapresiasi PAMA yang telah memberikan standar pengawasan risiko ini, sehingga sekolah kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi model lingkungan belajar yang aman dan terukur,” tutur Zulkifli.
Sementara itu, perwakilan CSR PAMA, Hendra Kusuma, menegaskan bahwa penguatan IBPR merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap sekolah binaan di wilayah Kutai Timur.
“Penguatan IBPR ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PAMA dalam membangun pendidikan yang aman dan tangguh. Kami ingin memastikan para kader yang telah dilatih mampu menjadi pionir dalam menciptakan budaya keselamatan yang mandiri di sekolah. Bagi kami, keberhasilan program ini adalah saat ilmu yang kami bagikan mampu menjaga setiap individu tetap aman dan sehat, baik di lingkungan sekolah maupun saat mereka mulai berkarir di dunia industri nanti,” katanya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan SMKN 1 Sangatta Utara sebagai salah satu sekolah binaan PAMA Kutim mampu mengintegrasikan identifikasi bahaya dan penilaian risiko, guna menciptakan atmosfer belajar-mengajar yang aman serta melahirkan lulusan yang memiliki profil kompetensi standar industri.(*)


















