VIRALKALTIM— Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan bahwa sejumlah proyek pembangunan yang sempat tersendat pada tahun sebelumnya akan kembali dilanjutkan, termasuk pembangunan jalan Manubar–Seriung.
Proyek tersebut mendapatkan perhatian khusus karena keterlambatan pengerjaan berdampak langsung terhadap mobilitas warga di beberapa desa yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya.
“Proyek yang tertunda tahun lalu kita lanjutkan kembali,” tegas Bupati Kutai Timur dalam keterangannya.
Selain Manubar–Seriung, beberapa proyek infrastruktur lain juga mendapatkan tambahan alokasi anggaran pada tahun ini tanpa menggunakan skema Multiyears Contract (MYC). Evaluasi pemerintah menunjukkan tingginya urgensi penyelesaian pekerjaan agar layanan publik tidak terhambat. Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
“Kalau yang lain-lain, kita coba tambah tahun ini, kemudian tahun depan juga kita tambah. Tidak dalam bentuk MYC,” bebernya.
Menurut Bupati, percepatan infrastruktur tidak hanya bertumpu pada proyek besar, namun juga pada penyelesaian tahapan pekerjaan yang sempat tertunda. Pemerintah ingin memastikan tidak ada proyek yang dibiarkan mangkrak mengingat dampaknya sangat dirasakan masyarakat di lapangan.
Kualitas hasil pekerjaan akan menjadi fokus utama pemerintah daerah agar penggunaan APBD benar-benar memberikan manfaat nyata. Dalam waktu dekat, beberapa pembangunan strategis di wilayah pesisir dan pedalaman turut diprioritaskan penyelesaiannya, termasuk peningkatan akses jalan dan dukungan konektivitas antarwilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa. (Adv/ss)


















