VIRALKALTIM – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi ST menghadiri dan menyaksikan peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo dengan kapasitas 50 liter per detik, dan IPA Sangkima–Teluk Singkama berkapasitas 10 liter per detik.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Direktur Perumdam TTB Kutim, Suparjan. Senin, (2/6/2025).
Ketua DPRD Jimmi memberikan apresiasi kepada Perumdam Kutim yang terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kutim.
“Ini merupakan kepedulian Perumdam kepada masyarakat. Ini juga salah satu tujuan utama pemerintah dalam pemerataan air bersih hingga ke semua masyarakat kecamatan dan desa,” katanya.
Jimmi berharap agar kiranya semua desa dapat teraliri air bersih. Sehingga tak lagi memanfaatkan air tadah hujan, sumur, maupun sungai. “Tentu saja kami mendukung program pemerataan air bersih ini.. Semoga saja semua dapat merasakan,” katanya.
Diketahui, Kedua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) itu dibangun melalui skema kontrak tahun jamak (multi years contract/MYC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur sejak 2023.
Proyek besar ini menelan biaya Rp64,8 miliar. Pembangunan dipusatkan pada dua lokasi strategis di Kabo, Sangatta Utara untuk melayani Desa Sangatta Utara hingga Patung Burung, dan Sangkima-Teluk Singkama di untuk menjangkau kawasan pinggiran seperti Teluk Singkama.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Hari ini, kami wujudkan sebagian dari janji itu,” kata Ardiansyah Sulaiman.
Ardiansyah menegaskan bahwa peningkatan kuantitas saja tidak cukup. Mutu dan kualitas air juga harus menjadi prioritas. Ia tidak ingin Perumdam TTB disindir sebagai “perusahaan air mandi” karena kualitas air yang rendah. “Air yang kita salurkan harus layak konsumsi, bukan sekadar mengalir,” ujarnya.
Untuk desa-desa terpencil, Bupati akan didorong optimalisasi SPAMDes (Sistem Penyediaan Air Minum Desa) dengan dukungan kepala desa dan perangkat kampung. Bersinergi dengan Perumdam, Dinas PU, dan pemerintah desa memetakan wilayah yang sudah dan belum terlayani. Membangun layanan dasar bukan semata kewajiban formal pemerintah, tetapi bentuk penghormatan terhadap martabat manusia. Tidak semua pembangunan harus monumental. Pipa air yang mengalir ke dapur ibu-ibu di Teluk Singkama itu jauh lebih berarti.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, Suparjan, mengungkapkan bahwa IPA Kabo akan menopang sekitar 4.000 sambungan rumah. Sebagian besar cakupan layanan akan menjangkau kawasan padat di Sangatta Utara dan membantu menstabilkan tekanan air ke Sangatta Selatan.
“Kami targetkan terjadi keseimbangan layanan air bersih antara Utara dan Selatan. Karena sebelumnya, tekanan air di beberapa wilayah masih belum ideal,” jelasnya waktu itu.
Dari sisi jangkauan layanan, SPAM Sangkima dan Teluk Singkama memiliki misi khusus. Dengan kapasitas 10 liter per detik, IPA ini diarahkan untuk melayani kawasan desa yang sebelumnya hanya terjangkau air sumur dangkal dan air hujan.
Dengan diresmikannya dua SPAM ini, Kutai Timur menandai babak baru dalam pelayanan dasar. Air bersih kini tak lagi menjadi cerita yang hanya hidup di forum musrenbang dan janji politik. Dari Kabo hingga Teluk Singkama, dari sisi utara ke selatan Sangatta, dua titik air kini menyatu dalam satu asa.
Dan seperti yang dikatakan Ardiansyah di banyak kesempatan, “Kita belum selesai. Tapi hari ini, kita sudah mulai.” (*)


















