VIRALKALTIM, BENGALON – Kegiatan Borneo Camp ke-11 Tahun 2026 yang digelar di Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Jumat (6/11/2026), menjadi momentum bagi komunitas My Trip My Adventure (MTMA) untuk memperkuat kontribusi dalam menggali dan mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung, S.P., yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina MTMA Kutim, mengatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata membutuhkan sinergi dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat setempat.
Menurutnya, komunitas MTMA memiliki peran strategis dalam mengeksplorasi destinasi wisata, memperluas promosi daerah, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan.
Akbar mengungkapkan, MTMA Kutim telah menetapkan lima kawasan yang menjadi fokus eksplorasi dan pengembangan pariwisata berdasarkan daerah pemilihan (dapil).
“Untuk Dapil 1, kami berharap bisa bersama-sama mengembangkan Pantai Teluk Lingga. Kemudian untuk Dapil 2, salah satu fokus utama MTMA adalah Pantai Sekerat,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Borneo Camp.
Selanjutnya, untuk Dapil 3, MTMA menaruh perhatian terhadap kawasan Luas Putih di Kecamatan Muara Ancalong.
Bahkan, Akbar menyampaikan rencana pelaksanaan Borneo Camp tahun depan di kawasan tersebut apabila pembahasan anggaran daerah berjalan lancar.
Sementara itu, untuk Dapil 4, kawasan Air Terjun Narkata Rimba di Kecamatan Muara Wahau menjadi salah satu destinasi yang ingin dikembangkan.
Adapun untuk Dapil 5, MTMA menetapkan Pulau Miang sebagai salah satu fokus pengembangan potensi wisata.
Ia berharap, lima kawasan tersebut tidak hanya sebatas diperkenalkan kepada masyarakat luas, tetapi juga mendapat perhatian serius dalam pengembangan infrastruktur, promosi pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi.
Akbar menegaskan, MTMA memiliki tiga agenda utama dalam mendukung kemajuan pariwisata Kutim. Pertama, melakukan eksplorasi untuk menggali potensi destinasi wisata.
Kedua, mempromosikan kekayaan wisata daerah agar semakin dikenal luas. Ketiga, menjalankan kegiatan konservasi guna menjaga kelestarian alam.
“Harapan kami, melalui kegiatan komunitas seperti ini, potensi wisata Kutai Timur semakin dikenal dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tentunya pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” tutupnya.(*/dy)


















