VIRALKALTIM – Kepala Adat Besar Kutai Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sayyid Abdal Nanang Al Hasani menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pihak agar tidak membuat ulah dan menjaga kondusivitas daerah.
Secara khusus ia menyinggung penggunaan APBD dan meminta agar anggaran daerah dikelola dengan baik demi kepentingan masyarakat. “Baik-baik gunakan APBD Kutim,” tegas Abdal.
Pernyataan tersebut disampaikannya setelah mencuat kasus dugaan korupsi RPU yang kini ditangani Polda Kaltim. Diketahui, penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltim telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni GP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), DJ selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta BR sebagai pihak ketiga penyedia barang.
Abdal menegaskan bahwa Kutim harus dijaga bersama dan tidak boleh dirusak oleh tindakan yang merugikan daerah. Ia menyebut korupsi bukan hanya mencoreng nama diri sendiri, tetapi juga keluarga hingga masyarakat.
“Jangan sampai ada korupsi. Baik-baik jadi pejabat. Anda malu, keluarga malu, kita semua malu. APBD betul-betul digunakan untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain soal APBD, Abdal turut mengingatkan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi agar berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mengawasi lingkungan sekitar. Menurutnya, pemimpin bisa saja berniat baik, namun tetap harus waspada agar tidak terjebak pada langkah yang keliru. “Saya ingatkan juga kepada Pak Wakil Mahyunadi, jangan sampai salah langkah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Abdal meminta agar CSR benar-benar diarahkan untuk kebutuhan masyarakat, terutama yang menyangkut pembangunan dan kesejahteraan warga lokal. Ia menilai CSR seharusnya menjadi instrumen nyata untuk membantu daerah, bukan sekadar formalitas.
Menutup penyampaiannya, Abdal berharap Bupati dan Wakil Bupati Kutim menggunakan jabatannya dengan amanah serta menempatkan kepala dinas sesuai keahlian di bidangnya. Ia menolak keras jika Kutim nantinya dipenuhi para pelaku korupsi.
“Mudah-mudahan bupati dan wakil betul-betul gunakan jabatan dengan baik. Saya tidak mau kampung kita dipenuhi koruptor,” pungkasnya.(dy)


















