VIRALKALTIM– Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum awal menyambut datangnya bulan suci dengan mengusung tema “Ramadan: Bulan Kemanusiaan, Berbagi, Menguatkan, Memulihkan.”
Sejumlah tokoh dan kader hadir dalam acara tersebut, termasuk Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.
Ketua DPD PKS Kutim, Akhmad Wasrip, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai titik balik untuk mempererat hubungan keluarga. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan penuh berkah ini untuk kembali menghadirkan kehangatan di rumah, memperbaiki komunikasi, serta menumbuhkan kasih sayang antaranggota keluarga.
“Selain memperkuat ikatan keluarga, juga mengingatkan pentingnya memperluas kepedulian sosial,” katanya.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga ruang untuk meningkatkan empati terhadap sesama. Ia menyoroti berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, seperti banjir dan tanah longsor, yang membutuhkan perhatian dan solidaritas bersama.
Dalam kesempatan tersebut, kepedulian terhadap rakyat Palestina turut menjadi sorotan.
“Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi konflik dan penderitaan,” pintanya.
Sementara itu, Ardiansyah Sulaiman yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS Kalimantan Timur menyampaikan harapannya agar seluruh umat Muslim diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan dalam keadaan sehat dan penuh kesiapan iman.
Ia menekankan bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual yang mampu memulihkan jiwa sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Kegiatan Tarhib Ramadan ini pun menjadi bentuk rasa syukur atas datangnya bulan yang dinanti-nantikan.
“Lebih dari sekadar seremoni, acara tersebut diharapkan mampu menggerakkan semangat berbagi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan optimisme untuk bangkit dan saling menguatkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” katanya. (*)


















