OPINIPOLITIK– Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menjadi perhatian menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang hingga kini belum diketahui jadwal pelaksanaannya secara resmi.
Sejumlah nama mulai disebut-sebut berpotensi maju dalam perebutan kursi Ketua DPD Golkar Kutim. Sedikitnya tiga nama yang mulai mencuat yakni Kasmidi Bulang, Sayyid Anjas, dan Apansyah.
Kasmidi Bulang merupakan Ketua DPD Golkar Kutim saat ini. Selain memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut, Kasmidi juga dikenal sebagai mantan Wakil Bupati Kutim.
Pengalamannya di pemerintahan maupun di internal partai menjadi salah satu modal penting dalam bursa kepemimpinan Golkar Kutim.
Nama kedua adalah Sayyid Anjas. Ia merupakan anggota DPRD Kutim sekaligus menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar Kutim. Posisi tersebut membuat Anjas cukup dekat dengan dinamika internal partai serta konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten.
Sementara itu, nama Apansyah juga mulai diperbincangkan. Apansyah merupakan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Kalimantan Timur. Pengalamannya di organisasi kepemudaan dan politik menjadi salah satu kekuatan yang dimilikinya.
Ketiga nama tersebut memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Kasmidi memiliki pengalaman sebagai Wakil Bupati dan pimpinan partai, Sayyid Anjas berpengalaman di legislatif serta struktur internal Golkar, sedangkan Apansyah memiliki pengalaman di DPRD Provinsi dan organisasi kepemudaan.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan Musda Golkar Kutim akan digelar. Namun, kabar yang beredar menyebutkan Musda kemungkinan dilaksanakan pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Jika Musda benar digelar dalam waktu dekat, dinamika internal Golkar Kutim diperkirakan semakin menarik. Konsolidasi antar-kader, dukungan pemilik suara, serta arah politik partai akan menjadi bagian penting dalam menentukan siapa yang nantinya dipercaya memimpin Golkar Kutim.
Nama-nama lain juga masih berpeluang muncul. Karena itu, peta persaingan diperkirakan masih dapat berubah hingga tahapan resmi Musda dan proses pencalonan Ketua DPD Golkar Kutim ditetapkan.
Musda nantinya menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kutim untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik organisasi ke depan.(*)


















