• TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
viralkaltim.com
Advertisement
  • HOME
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • VIRAL TV
  • SOSBUD
  • ADVERTORIAL
  • KALTIM
    • KUTIM
    • BONTANG
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUKAR
No Result
View All Result
  • HOME
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • VIRAL TV
  • SOSBUD
  • ADVERTORIAL
  • KALTIM
    • KUTIM
    • BONTANG
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUKAR
No Result
View All Result
viralkaltim.com
No Result
View All Result
Home berita pilihan

Sri Lanka Diduga Terjebak Utang Cina, Indonesia Apakah Aman?

Viral Kaltim by Viral Kaltim
16 April 2022
Sri Lanka Diduga Terjebak Utang Cina, Indonesia Apakah Aman?
375
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

VIRALKALTIM- Sri Lanka sedang dilanda prahara. Krisis ekonomi berubah menjadi krisis sosial-politik. Kenaikan harga komoditas di pasar global menyebabkan harga barang dan jasa naik. Tidak terkecuali di Sri Lanka.Negara di Asia Selatan ini menggantungkan kebutuhan dalam negeri dari impor. Migas, barang tambang, pangan, kebanyakan didatangkan dari luar negeri karena Sri Lanka hanya punya pariwisata sebagai sektor andalan.

Jadi saat harga komoditas ‘terbang’, biaya impor Sri Lanka pun melonjak. Sri Lanka menghabiskan lebih banyak uang untuk impor. Sampai-sampai tidak bisa membayar kewajiban utang luar negeri.

“Kami harus fokus untuk mengimpor kebutuhan pokok. Bukan membayar utang luar negeri. Kita sudah sampai di titik membayar utang menjadi sangat menantang dan tidak mungkin,” tegas P Nandalal Weesinghe, Gubernur CBSL, seperti dikutip dari Reuters.

BacaJuga

DPD PKS Kutim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bengalon

KPP MINING Rayakan HUT ke-23 di Jobsite INDE, Usung Semangat “Energi Tangguh, Tumbuh Bersama”

Perdana, Kutim Rancang Gelaran Erau

Kutim Percepat Standarisasi Sekolah Ramah Anak

Per Maret 2022, cadangan devisa Sri Lanka tercatat US$ 1,72 miliar, terendah sejak November tahun lalu. Cadangan devisa negara itu terus turun selama tiga bulan beruntun.

Utang luar negeri Sri Lanka per akhir 2021 adalah US$ 50,72 miliar. Jumlah ini sudah 60,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ya, kini Sri Lanka adalah negara yang terlilit utang. Sejumlah pihak menilai ini terjadi karena jeratan atau jebakan utang China.
Secara resmi, utang dari China di Sri Lanka memang hanya sekitar 10% dari total utang luar negeri. Namun Times of India menyebut banyak utang ‘siluman’ China yang mencengkeram Sri Lanka. Perusahaan China banyak memberi utang dan tidak masuk di catatan resmi.

Pada tahun fiskal 2021/2022, kewajiban pembayaran utang Sri Lanka ke China mencapai hampir US$ 2 miliar. China juga telah menguasai pelabuhan Hambantota dengan konsesi 99 tahun karena Sri Lanka gagal membayar utang senilai US$ 1,2 miliar.

Mengutip BBC, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pada awal tahun ini mencoba melobi Beijing untuk restrukturisasi utang. Dalam satu dekade terakhir, China sudah memberi utang kepada Sri Lanka senilai US$ 5 miliar untuk proyek infrastuktur yang menurut berbagai pihak tidak berguna dan tidak memberikan manfaat ekonomi.

Sebagai gantinya, China meminta jatah ekspor produk mereka ke Sri Lanka senilai US$ 3,5 miliar. Sri Lanka juga menjamin wisatawan China untuk datang ke Sri Lanka.

Saat Sri Lanka begitu terkekang dengan utang China, bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia masih aman?
Mengutip data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) periode Februari 2022, China adalah pemberi utang terbesar keempat buat Indonesia. Hanya kalah dari Singapura, Amerika Serikat (AS), dan Jepang.

Pada Februari 2022, ULN Indonesia dari China tercatat US$ 20,78 miliar. Naik 0,76% dari bulan sebelumnya (month-on-month/mtm). Dalam periode yang sama, ULN dari Singapura turun 0,75%, dari AS turun 0,22%, dan Jepang turun 0,91%.

Dari sisi mata uang, ULN terbanyak masih dalam dolar AS. Per Februari 2022, ULN berdenomisasi dolar AS tercatat US$ 275 miliar.

Di posisi kedua ada euro dengan nilai ekuvalen US$ 25,15 miliar. Yen Jepang menempati peringkat ketiga (US$ 24,82 miliar) dan yuan China berada di posisi empat (US$ 4,31 miliar).

ULN dalam dolar AS tumbuh 0,38% mtm pada Februari 2022. Sementara ULN euro naik 0,17%, yen tumbuh 0,04%, dan yuan turun 0,11%.

Melihat data tersebut, sepertinya ancaman jeratan utang China tidak (atau belum, siapa yang tahu) terjadi di Indonesia. Namun belajar dari pengalaman Sri Lanka dan negara-negara lain, ada baiknya Indonesia juga perlu mawas diri. (CNBC)

Tags: #Kaltim#UtangAmanberita pilihancinaIndonesiasrilankaterjebakViralKaltim
Previous Post

AS: Aplikasi Peduli Lindungi Diduga Melanggar HAM

Next Post

Sebelum Salat Tarawih Nyanyi Lagu Indonesia Raya di Masjid, MUI: Melecehkan Agama Maupun Bangsa

Related Posts

DPD PKS Kutim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bengalon
berita pilihan

DPD PKS Kutim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bengalon

22 September 2026
KPP MINING Rayakan HUT ke-23 di Jobsite INDE, Usung Semangat “Energi Tangguh, Tumbuh Bersama”
berita pilihan

KPP MINING Rayakan HUT ke-23 di Jobsite INDE, Usung Semangat “Energi Tangguh, Tumbuh Bersama”

9 September 2026
Perdana, Kutim Rancang Gelaran Erau
berita pilihan

Perdana, Kutim Rancang Gelaran Erau

9 September 2026
Kutim Percepat Standarisasi Sekolah Ramah Anak
berita pilihan

Kutim Percepat Standarisasi Sekolah Ramah Anak

9 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sangatta Utara Dimekarkan Menjadi 4 Desa, Ini Daftarnya

Sangatta Utara Dimekarkan Menjadi 4 Desa, Ini Daftarnya

20 Februari 2023
Kaliorang Berduka, Pekerja Tambang PT. KPP Meninggal Dunia Karena Insiden, Ini Kata Perusahaan

Kaliorang Berduka, Pekerja Tambang PT. KPP Meninggal Dunia Karena Insiden, Ini Kata Perusahaan

19 Mei 2023
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Satu Korban Diduga Corona Meninggal, Warga Kutim Tolong jangan Bengal

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Satu Korban Diduga Corona Meninggal, Warga Kutim Tolong jangan Bengal

1 Mei 2020
Terkuak Daftar 5 Kepala Dinas dan Badan Serta Dirut RSUD Baru 2023 di Kutim

Terkuak Daftar 5 Kepala Dinas dan Badan Serta Dirut RSUD Baru 2023 di Kutim

27 Januari 2023
Bupati Kutim Tekankan Peran Wartawan Profesional di Tengah Maraknya Disinformasi

Bupati Kutim Tekankan Peran Wartawan Profesional di Tengah Maraknya Disinformasi

0
Paparkan Dua Langkah Penyelesaian Administrasi Kampung Sidrap

Paparkan Dua Langkah Penyelesaian Administrasi Kampung Sidrap

0
Wabup Mahyunadi Buka UKW PWI Kutim

Wabup Mahyunadi Buka UKW PWI Kutim

0
Program MBG Harus Didukung demi Kemajuan Pangan Lokal

Program MBG Harus Didukung demi Kemajuan Pangan Lokal

0
PAUD Kutim Dorong Satuan Pendidikan Naik ke Akreditasi B

PAUD Kutim Dorong Satuan Pendidikan Naik ke Akreditasi B

26 September 2026
18 PKBM Alternatif Anak Putus Sekolah

18 PKBM Alternatif Anak Putus Sekolah

26 September 2026
Pra FGD Rembuk Budaya, Disdikbud Kutim Kumpulkan Data Kebudayaan

Pra FGD Rembuk Budaya, Disdikbud Kutim Kumpulkan Data Kebudayaan

26 September 2026
Bangun Asrama Pelajar dan Mahasiswa Kutim

Bangun Asrama Pelajar dan Mahasiswa Kutim

25 September 2026
  • Sangatta Utara Dimekarkan Menjadi 4 Desa, Ini Daftarnya

    Sangatta Utara Dimekarkan Menjadi 4 Desa, Ini Daftarnya

    524 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Kaliorang Berduka, Pekerja Tambang PT. KPP Meninggal Dunia Karena Insiden, Ini Kata Perusahaan

    454 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Satu Korban Diduga Corona Meninggal, Warga Kutim Tolong jangan Bengal

    5990 shares
    Share 2408 Tweet 1493
  • Terkuak Daftar 5 Kepala Dinas dan Badan Serta Dirut RSUD Baru 2023 di Kutim

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Tabrak Lari Kayak Setan, Warga Sumpahi Pencuri Mobil, Ada Suruh Bunuh

    433 shares
    Share 173 Tweet 108
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2021 VIRALKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • VIRAL TV
  • SOSBUD
  • ADVERTORIAL
  • KALTIM
    • KUTIM
    • BONTANG
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUKAR

© 2021 VIRALKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.