VIRALKALTIM – Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi PKS, Syaiful Bakhri YS, menggelar kegiatan reses di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Kegiatan serap aspirasi ini berlangsung hangat dengan kehadiran Staf Ahli Ruslan, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat pesisir untuk menyampaikan berbagai harapan mereka terkait pembangunan desa.
Syaiful Bakhri menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dibawa ke dalam pembahasan pembangunan daerah. Ia juga menyoroti kegiatan Festival Sakrat Nusantara yang belum mendapat dukungan anggaran.
“Ini kegiatan budaya besar yang harus didukung karena memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Saya akan perjuangkan agar masuk anggaran,” ujar Syaiful.
Kepala Desa Sunan Dhika memaparkan sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan tower jaringan telekomunikasi yang selama ini sangat dinantikan warga.
“Alhamdulillah tower tersebut sudah terealisasi dan segera beroperasi. Ini akan sangat membantu akses komunikasi warga kami,” ujar Sunan Dhika.
Selain itu, aspirasi terkait infrastruktur juga menjadi sorotan utama. Warga meminta perbaikan jalan poros Sekerat sepanjang 23 kilometer yang menjadi kewenangan kabupaten.
Mereka juga mengusulkan penyelesaian Jalan Makam dan akses Jalan Tani yang masih tersisa 800 meter. Warga RT 15 turut menyampaikan kebutuhan fasilitas tempat sampah untuk meningkatkan kebersihan lingkungan.
Aspirasi lainnya datang dari tokoh masyarakat yang mengusulkan pemekaran Kecamatan Pesisir demi meningkatkan pelayanan publik dan efektivitas pemerintahan. Menurut warga, pemekaran wilayah akan lebih memudahkan pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan, terutama di daerah pesisir yang aksesnya masih terbatas.
Tidak hanya infrastruktur jalan, warga juga menyoroti kebutuhan pembangunan masjid, pemecah ombak, serta WC umum di area Pantai Sekerat. Kondisi permukiman yang dekat garis pantai membuat fasilitas sanitasi menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami butuh WC umum agar lingkungan tetap bersih dan tidak mengganggu kenyamanan wisatawan,” ujar salah satu warga.(dy/adv)


















