DIBALIK aktivitas pertambangan yang identik dengan eksplorasi sumber daya alam, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus memperluas perannya dalam pembangunan sumber daya manusia.
Perusahaan ini menegaskan bahwa keberlanjutan tidak semata diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam mencetak generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PAMA hadir dengan berbagai inisiatif strategis yang menyentuh langsung sektor pendidikan.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah Safe School, sebuah gerakan edukatif yang berfokus pada penanaman budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) sejak dini.
Program ini menyasar sekolah-sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai langkah awal membentuk karakter siswa agar memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan sebelum memasuki dunia industri.
CSR Dept Head perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Agung Dwi, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami percaya bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu akademis, tetapi juga kawah candradimuka untuk membentuk karakter pekerja masa depan yang peduli pada aspek keselamatan dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai K3LH perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Emas: Transformasi Budaya K3LH melalui Program Safe School”, PAMA berupaya membangun pola pikir baru di kalangan pelajar. Tidak hanya memahami teori keselamatan kerja, siswa juga diajak untuk mempraktikkan langsung prinsip-prinsip tersebut dalam aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini diyakini mampu membentuk kesiapan mental yang kuat, disiplin, serta tanggung jawab tinggi saat mereka memasuki dunia kerja yang penuh risiko dan tantangan.
Program Safe School sendiri merupakan bagian dari pendekatan terpadu yang dikembangkan PAMA dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis industri.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 38 sekolah binaan. Sebanyak 117 guru dan 611 siswa telah mendapatkan pelatihan terkait K3LH, mulai dari pemahaman dasar keselamatan kerja hingga praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Selain itu, PAMA juga berkontribusi dalam pemenuhan sarana dan prasarana penunjang pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tidak berhenti pada Safe School, PAMA juga mengembangkan berbagai program pendukung lainnya. Di antaranya adalah peningkatan keterampilan melalui pelatihan dan kursus, penguatan konsep link and match antara SMK dan dunia industri, serta pengembangan sekolah Adiwiyata yang berorientasi pada lingkungan.
Selain itu, program beasiswa turut diberikan kepada siswa berprestasi, sementara pelatihan bagi pemuda angkatan kerja menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran.
PAMA juga memberikan perhatian pada pembentukan karakter generasi muda melalui pembekalan wawasan kebangsaan, penguatan nilai keberagaman dan inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion/DEI), serta kampanye anti narkoba.
Kehadiran Bursa Kerja Khusus (BKK) Center menjadi jembatan penting yang menghubungkan lulusan sekolah dengan peluang kerja di dunia industri, sehingga lulusan tidak hanya siap kerja tetapi juga memiliki arah karier yang jelas.
Semangat yang diusung dalam seluruh program ini dirangkum dalam konsep SAFE (Safety, Active Fit, Eco Friendly). Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada keselamatan kerja, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat serta kepedulian terhadap lingkungan.
Implementasi program Safe School saat ini telah berjalan di sejumlah sekolah seperti SMK Negeri 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, hingga SMKN Bengalon, yang menjadi contoh nyata transformasi pendidikan berbasis K3LH.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PAMA ingin menunjukkan bahwa peran perusahaan tambang tidak berhenti pada aktivitas produksi. Lebih dari itu, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam membangun generasi emas Indonesia.
Dengan menanamkan budaya K3LH sejak dini, PAMA optimistis dapat mencetak tenaga kerja masa depan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Ke depan, program Safe School diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah. Dengan kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan masyarakat, transformasi budaya K3LH diyakini mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
PAMA pun membuktikan bahwa kontribusi nyata perusahaan tidak hanya diukur dari hasil tambang, tetapi juga dari jejak positif yang ditinggalkan bagi generasi mendatang.(*)


















