VIRALKALTIM – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, resmi membuka Pesta Adat Pelas Tanah ke-10 yang digelar di Sangatta, Kutai Timur.
Dalam sambutannya, ia terlebih dahulu menyampaikan rasa duka dan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Ia berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian tersebut.
“Di dalam musibah ada hikmah, dan di balik kesusahan pasti ada kemudahan,” ungkapnya.
Mahyunadi menegaskan bahwa pelaksanaan Pelas Tanah yang telah memasuki tahun ke-10 ini merupakan bukti komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat.
Pemerintah Kabupaten Kutim, katanya, merasa bangga karena pelaksanaan kegiatan adat ini semakin baik dari tahun ke tahun. Pesta adat tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas karunia alam yang melimpah di Kutim.
Menurutnya, tanah Kutai Timur menyimpan banyak rejeki yang tak ternilai. “Di bawah tanah, di atas tanah, bahkan di udara, semua ada rejeki yang diberikan Allah untuk kita,” jelas Mahyunadi.
Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk terus mensyukuri nikmat alam dan menjaga keberlanjutannya agar tetap dinikmati generasi berikutnya.
Pelas Tanah juga dipandang sebagai momentum memperkuat hubungan antarwarga melalui nilai budaya dan adat istiadat.
Mahyunadi menyebut kegiatan ini bukan hanya prosesi ritual, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan keharmonisan dalam keberagaman di Kutim. Rasa syukur kepada alam semesta menjadi inti pelaksanaan adat yang telah turun-temurun dijaga oleh masyarakat.
Ia berharap melalui acara ini masyarakat semakin menghargai kearifan lokal, budaya, serta leluhur yang telah mewariskan tradisi. Pemkab Kutim pun berkomitmen terus mendukung setiap kegiatan adat sebagai identitas daerah. “Budaya ini harus tetap kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutan, Mahyunadi mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah serta terus menjaga kekompakan antar suku dan agama.
“Kita pasrahkan kepada Allah. Kita tingkatkan budaya dan adat istiadat. Semua suku ada di sini, semoga kita semua rukun dan kompak,” tutupnya. (adv)


















