VIRALKALTIM— Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta (GT JPS) menandai babak baru perjalanan spiritual jemaat di Kutai Timur. Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan rasa syukur ini turut menjadi momentum penting bagi seluruh umat yang selama ini mendambakan rumah ibadah yang lebih representatif dan memadai.
Ketua Panitia Pembangunan GT JPS yang juga Anggota DPRD Kutai Timur, dr Tity Novel Paembonan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa momen tersebut adalah tonggak sejarah yang menunjukkan kekuatan kebersamaan jemaat dalam mewujudkan cita-cita bersama.
“Hari ini kita bersyukur kepada Tuhan. Ini adalah hari yang bersejarah, sebuah momen kebersamaan dalam peletakan batu pertama pembangunan GT JPS. Semua ini bisa terjadi berkat partisipasi jemaat, dukungan pemerintah, dan seluruh pihak yang bergandeng tangan,” ujarnya.
Pembangunan gereja ini mendapat dukungan signifikan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Untuk tahap awal, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 8 miliar yang difokuskan pada pekerjaan struktur fondasi dan kolom. Secara keseluruhan, proyek pembangunan GT JPS diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 42 hingga 43 miliar, dengan target penyelesaian dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Dari sisi perancangan, bangunan gereja dirancang megah dan kokoh dengan ukuran 45 meter panjang dan 36 meter lebar. Kapasitasnya mencapai 2.200 orang, menjadikannya salah satu bangunan gereja terbesar yang akan berdiri di wilayah Kutai Timur. Selain ruang ibadah utama, akses menuju lokasi juga mendapat perhatian khusus agar memudahkan jemaat dan masyarakat.
Akses ke area pembangunan kini dipersiapkan melalui dua jalur utama, yakni Route 9 dan Pongtiku. Upaya ini merupakan hasil sinergi antara jemaat, pemerintah desa dan kecamatan, serta kolaborasi perusahaan-perusahaan lokal yang turut memberikan dukungan. Kolaborasi lintas elemen ini menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat Kutim.
Prosesi peletakan batu pertama bukan hanya simbol dimulainya pembangunan fisik semata, namun juga menjadi fondasi bagi penguatan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kesalehan sosial. Pembangunan rumah ibadah ini diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat berdoa yang layak, tetapi juga memperkokoh toleransi dan harmoni di lingkungan masyarakat yang majemuk.
GT JPS diharapkan menjadi ruang spiritual yang mampu menyatukan semangat persaudaraan serta menciptakan kehidupan sosial yang semakin rukun dan sejahtera. Dengan dukungan berbagai pihak, gereja ini diproyeksikan menjadi simbol harapan baru bagi jemaat dan masyarakat Kutai Timur yang terus tumbuh dalam keberagaman dan optimisme.(dy/adv)


















