VIRALKALTIM – Upaya mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pesisir kembali mengemuka melalui enam usulan prioritas yang dibawa Ahmad Sulaiman, Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Demokrat.
Enam usulan tersebut mencakup lima jalur penghubung antardesa serta satu pembangunan pelabuhan, yang menurutnya menjadi fondasi utama pembukaan akses ekonomi masyarakat di Kecamatan Sandaran dan sekitarnya.
Ia menegaskan, tanpa langkah konkret terhadap konektivitas wilayah, daerah-daerah pesisir akan terus tertinggal dibanding kawasan tengah dan utara Kutai Timur. Dalam pemaparannya, ia menilai kebutuhan mendesak tersebut sejalan dengan aspirasi langsung warga, khususnya yang berada di Dusun hingga kampung terjauh.
Setiap jalan yang diusulkan memiliki fungsi strategis, mulai dari pergerakan hasil tangkapan nelayan, distribusi logistik, hingga mobilitas pelayanan dasar masyarakat.
Karena itu, ia menilai pemerintah daerah harus menempatkan pembangunan konektivitas sebagai agenda besar dalam rencana tahunan maupun jangka panjang.
Menurutnya, akses yang buruk selama bertahun-tahun telah menjadi tantangan utama pembangunan di Dapil Lima. Kondisi jalan rusak, waktu tempuh yang panjang, hingga terbatasnya sarana transportasi laut membuat warga pesisir sulit berkembang.
“Ini bukan sekadar usulan proyek, tapi kebutuhan dasar masyarakat yang ingin hidup lebih layak,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan bahwa pelabuhan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan karena dapat mempercepat arus ekonomi dan membuka peluang investasi. Dengan adanya fasilitas pelabuhan, distribusi barang masuk dan keluar wilayah akan lebih efisien.
Selain itu, pelabuhan juga dapat meningkatkan kapasitas usaha nelayan, terutama dalam penyimpanan dan pengiriman hasil laut.
Ahmad Sulaiman berharap pemerintah daerah mampu menempatkan aspirasi ini dalam skema prioritas, terlebih karena dampaknya bukan hanya jangka pendek melainkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Ia menegaskan bahwa usulan ini telah melalui pemetaan kebutuhan lapangan yang dilakukan pihaknya bersama masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa pembangunan di pesisir tidak boleh lagi menunggu hingga kondisi semakin kritis.
Ia menyebut bahwa daerah pesisir selalu menjadi penerima manfaat paling lambat karena minimnya alokasi pembangunan dasar. “Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi masyarakat pesisir merasakan pelayanan yang setara,” katanya menegaskan.
Enam usulan pembangunan itu sebelumnya telah didiskusikan bersama tokoh masyarakat, perangkat desa, serta beberapa komunitas nelayan.
Hasilnya memperlihatkan bahwa peningkatan akses menjadi kebutuhan paling mendesak dibanding sektor lainnya. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus mengawal usulan tersebut dalam pembahasan anggaran.
Dengan dukungan semua pihak, Ahmad Sulaiman meyakini bahwa perubahan nyata bagi wilayah Sandaran dan Dapil Lima bukanlah hal mustahil. Yang dibutuhkan adalah konsistensi program dan keberanian eksekusi, sehingga konektivitas pesisir benar-benar terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.(dy/adv)


















