VIRALKALTIM– Keterisolasian wilayah Sandaran kembali menjadi sorotan setelah sejumlah jalur penghubung antar-kampung dilaporkan mengalami kerusakan dan bahkan terputus akibat cuaca ekstrem.
Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, terutama untuk kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi harian.
Situasi tersebut mendorong Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Demokrat, Ahmad Sulaiman, meminta pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan penanganan akses utama di kecamatan pesisir itu.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa persoalan akses di Sandaran bukanlah isu baru. Bertahun-tahun masyarakat mengandalkan jalur yang tidak layak dan sulit dilalui, terutama ketika musim hujan tiba. Ia menyebut bahwa percepatan pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
“Jika akses terus terputus seperti ini, jangan heran ekonomi masyarakat melambat dan pelayanan dasar tidak optimal,” ujarnya.
Menurut Ahmad, wilayah pesisir memiliki ketergantungan tinggi pada konektivitas darat dan laut. Ketika jalur darat terputus, distribusi barang menjadi terhambat, sementara biaya transportasi meningkat.
Karena itu, ia menilai percepatan pembangunan infrastruktur adalah langkah paling logis untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan stabil.
Ia menambahkan bahwa pemerintah harus memiliki prioritas jelas, terutama pada jalur yang menjadi tulang punggung pergerakan warga.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa percepatan pembangunan jalur Sandaran membutuhkan kolaborasi lintas dinas. Perencanaan harus disusun dengan mempertimbangkan kontur wilayah, kondisi tanah, serta kebutuhan jangka panjang masyarakat.
Ia juga menyoroti fakta bahwa beberapa kampung kini kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pendidikan akibat terputusnya jalur utama. Kondisi ini dinilai rawan memicu ketimpangan pembangunan antarwilayah.
“Masyarakat Sandaran juga berhak menikmati pelayanan publik yang setara dengan wilayah lain. Infrastruktur adalah kunci awalnya,” tegasnya.
Dalam dialog bersama warga, Ahmad menerima banyak keluhan terkait distribusi logistik yang tertunda dan harga kebutuhan pokok yang meningkat. Situasi itu membuktikan bahwa masalah akses bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat pesisir.
Ia pun menekankan bahwa suara warga harus menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah. Dorongan percepatan pembangunan jalur Sandaran ini akan terus ia kawal dalam berbagai agenda pembahasan bersama pemerintah daerah.
Ahmad menegaskan bahwa komitmennya adalah memastikan pembangunan benar-benar menyentuh wilayah terluar, bukan hanya pusat kota. Ia berharap langkah ini segera direalisasikan agar masyarakat merasakan perubahan nyata.
Dengan kesiapan semua pihak dan pengambilan keputusan yang cepat, Ahmad yakin akses Sandaran dapat dipulihkan dan ditingkatkan dalam waktu dekat.
Ia mengajak pemerintah daerah untuk menjadikan pembangunan konektivitas pesisir sebagai program prioritas demi mendukung pertumbuhan ekonomi serta pemerataan infrastruktur di seluruh Kutai Timur.(dy/adv)


















