VIRALKALTIM – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah, menegaskan bahwa program Rumah Layak Huni (RLH) masih berjalan dan harus terus diperkuat sebagai salah satu program prioritas pemerintah daerah. Ia menyebut kebutuhan hunian layak di Kutim masih tinggi sehingga program tersebut tidak boleh berhenti atau dikurangi.
Menurut Ardiansyah, kuota RLH yang saat ini berada di angka 500 unit belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
“Kita mendorong agar pemerintah daerah meningkatkan jumlah RLH pada anggaran berikutnya demi memperluas manfaatnya bagi warga berpenghasilan rendah. Yang sebelumnya 500 unit, kalau bisa ditambah lagi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa RLH merupakan program yang sangat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama yang tinggal di rumah tidak layak atau mengalami keterbatasan ekonomi. Karena itu, peningkatan kuota dianggapnya sebagai langkah realistis untuk mengurangi angka rumah tidak layak di Kutim.
Ardiansyah menilai bahwa kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang menunggu bantuan RLH. Ia berharap pemerintah dapat melakukan pendataan lebih matang agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Selain kuota, ia juga menekankan perlunya memperbaiki mekanisme pelaksanaan RLH agar proses pembangunannya lebih cepat dan merata di seluruh kecamatan. Menurutnya, evaluasi teknis dan sistem kerja harus terus dilakukan agar program berjalan efektif.
Dengan penambahan kuota RLH, Ardiansyah optimistis angka backlog perumahan di Kutim dapat ditekan. Ia berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan anggaran RLH melalui pembahasan di DPRD agar pembangunan perumahan rakyat semakin masif dan berdampak.(dy/adv)


















