VIRALKALTIM – Dukungan masyarakat terhadap Aziz untuk tetap menjabat sebagai Kepala Dusun Sungai Tabuan, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, masih sangat kuat. Sekitar 99 persen masyarakat Dusun Sungai Tabuan disebut masih kompak dan menginginkan Aziz tetap melanjutkan kepemimpinannya.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan masyarakat yang digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Masjid Jalan Poros Dusun Sungai Tabuan, RT 19 Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WITA tersebut dihadiri berbagai unsur, di antaranya perwakilan pemerintah, Kepala Desa Sangkima, BPD, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan harapan agar Aziz tetap dipercaya dan dipertahankan sebagai Kepala Dusun Sungai Tabuan.
Dukungan tersebut tidak terlepas dari perjalanan Dusun Tabuan dan Desa Sangkima dalam menghadapi berbagai persoalan beberapa tahun sebelumnya.
Diketahui, pada 2021-2022, Desa Sangkima sempat menghadapi persoalan serius. Salah satunya terkait dugaan hilangnya anggaran desa yang disebut mencapai sekitar Rp4,7 miliar dan diduga melibatkan mantan bendahara desa sebelumnya.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap pengelolaan anggaran, tetapi juga disebut memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.
Dalam situasi tersebut, Kepala Desa kemudian melakukan berbagai pertimbangan sebelum menunjuk Aziz sebagai Kepala Dusun Tabuan. Aziz diketahui merupakan warga setempat yang dinilai memiliki kinerja baik, kepedulian sosial tinggi, serta mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, kehadiran Aziz sebagai Kepala Dusun dinilai mampu menjaga hubungan sosial dan komunikasi dengan masyarakat di wilayahnya.
Namun, pada 2026, posisi Aziz sebagai Kepala Dusun kembali menjadi perhatian setelah adanya laporan dari seseorang yang disebut bukan merupakan warga setempat.
Laporan tersebut berkaitan dengan persyaratan pendidikan Aziz yang pada saat pengangkatan diketahui masih memiliki ijazah tingkat SMP.
Dalam perkembangannya, Aziz kemudian berproses melanjutkan pendidikan melalui Program Paket C untuk memenuhi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pertemuan masyarakat pada Jumat (7/8/2026) pun menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan sikap dan aspirasi mereka secara langsung. Mayoritas warga yang hadir menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Aziz dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan mempertimbangkan kondisi serta aspirasi masyarakat Dusun Sungai Tabuan.
Bagi masyarakat, keberadaan kepala dusun bukan hanya berkaitan dengan persyaratan administratif, tetapi juga menyangkut kepercayaan, kedekatan sosial, pelayanan kepada warga, serta kemampuan menjaga keharmonisan masyarakat.
Dengan dukungan yang disebut mencapai 99 persen, masyarakat Dusun Sungai Tabuan berharap Aziz tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dusun dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi warga.(dy)


















