VIRALKALTIM – Isu ketenagakerjaan kembali menjadi perhatian anggota DPRD Kutai Timur, Aldriansyah. Ia menegaskan pentingnya penerapan komposisi tenaga kerja 80/20, di mana 80 persen pekerja harus berasal dari masyarakat lokal, sementara 20 persen sisanya boleh diisi tenaga kerja luar daerah atau tenaga kerja asing (TKA).
Menurutnya, aturan ini harus dijalankan agar keberadaan perusahaan benar-benar memberi manfaat bagi daerah.
Aldriansyah menyebut masih banyak laporan masyarakat mengenai keberadaan TKA yang dinilai tidak sesuai aturan. Beberapa perusahaan dianggap mengabaikan kewajiban memprioritaskan tenaga kerja lokal, termasuk untuk posisi yang sebenarnya bisa diisi oleh warga daerah.
“Kita bukan menolak TKA, tetapi mereka harus berada pada posisi yang membutuhkan keahlian khusus,” ujarnya.
Ia menilai ketidakseimbangan komposisi tenaga kerja dapat memicu kecemburuan sosial dan mengurangi kesempatan masyarakat lokal untuk berkembang. Banyak lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi di Kutim memiliki kemampuan memadai, namun kalah bersaing karena perusahaan lebih memilih mendatangkan pekerja dari luar.
Selain itu, Aldriansyah menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap perusahaan terkait penggunaan TKA. Ia menyebut masih ada perusahaan yang dinilai lalai dalam pelaporan jumlah TKA, dokumen legalitas, hingga izin kerja. Pemerintah daerah, menurutnya, harus memperkuat pengawasan agar seluruh tenaga kerja asing yang masuk benar-benar memiliki kompetensi dan izin yang sah.
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di Kutim memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Program pelatihan, peningkatan skill, dan penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas agar kehadiran industri memberikan dampak nyata bagi warga.
Sebagai wakil rakyat, Aldriansyah berkomitmen memperjuangkan penegakan regulasi ketenagakerjaan yang lebih tegas. Ia menegaskan bahwa pemerataan kesempatan kerja merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah, dan Kutai Timur harus menjadi tempat yang memberikan peluang besar bagi masyarakat lokal sendiri.(dy/adv)


















