VIRAL KALTIM, KUTIM – Pelaksanaan musda DPD II Golkar Kutim seharusnya dijalankan 31 Agustus tahun lalu. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti pelaksanaan musda tersebut. Kutim tertunda karena tidak ada kata sepakat dalam sidang musda lalu.
Interupsi pertama dijalankan musyawarah mupakat. Karena belum adanya kata mupakat, maka diundur sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Meskipun sempat direncanakan pasca pilkada lalu. Dampaknya, DPD II Golkar Kutim pun dipimpin pelaksana tugas (plt)
Hingga kini musda tersebut belum juga terealisasi. Ini lantaran adanya indikasi perpecahan di internal Golkar lantaran polemik penunjukan calon bupati. Kala itu, Kasmidi Bulang yang menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kutim justru tidak mendapat rekomendasi pencalonan. DPP Golkar malah mencalonkan memberikan rekomendasi kepada Mahyunadi, yang kala itu menjabat sebagai anggota DPRD Kaltim, dari Fraksi Golkar.
Plt Ketua DPD II Golkar Kutim Sayyid Anjas mengatakan, pihaknya akan kembali ke skenario awal. Musda tetap akan tetap dilaksanakan. Namun belum bisa menentukan tanggal pastinya. Dia menargetkan, dalam dua bulan ke depan musda akan digelar.
“Apalagi kemarin sudah tertunda. Tinggal memulai kembali saja. Membangun komunikasi dengan seluruh pengurus dan kader kapan waktu yang tepat untuk menggelar musda,” ucap anggota DPRD itu.
Pihaknya juga masih membangun komunikasi dengan Kasmidi Bulang. Menurutnya, Wakil Bupati Kutim itu masih kader Golkar. Tidak ada statement yang menyatakan bahwa Kasmidi sudah pindah partai.
“Justru sebaliknya, waktu pencalonan Kasmidi mendapat pengecualian. Sebagai kader yang bisa dicalonkan oleh partai lain. Harus digaris bawahi, bagaimanapun Pak Kasmidi masih kader Golkar,” jelasnya.
Berdasarkan itu pula, DPP Golkar juga membuat statement agar Kasmidi Bulang dapat kembali ke Golkar. Sejauh ini, pihaknya masih menjalin komunikasi dengan orang nomor dua di Kutim itu. “Beliau (Pak Kasmidi) meminta waktu untuk berpikir. Dia merasa tidak enak terhadap parpol yang sudah memberikan rekomendasi. Yang jelas, kami masih beranggapan beliau sebagai kader Golkar. Beliau masih berpeluang untuk menjadi ketua DPD,” sebutnya.
Mengenai calon lain, pihaknya tetap memberikan peluang. Siapapun kader Golkar dipersilakan mendaftar. Bahkan, dirinya pun berencana untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD II Golkar. “Selagi masih dipercaya kader. Siapa saja boleh mendaftar selama memenuhi administrasi pencalonan,” paparnya. (adv/dy/yd)


















