VIRALKALTIM — PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko (IBPR) di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara pada 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 33 peserta yang terdiri dari guru dan siswa.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Program Pama Safe School yang dijalankan PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur dalam mendorong terbentuknya sekolah pelopor Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko di lingkungan sekolah. Selain sesi materi, peserta juga mengikuti praktik identifikasi bahaya secara langsung di area sekolah sebagai bentuk penerapan pemahaman yang telah diberikan.
Materi kegiatan disampaikan oleh Adi Wahyu dari Departemen Safety, Health and Environment (SHE) PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada pentingnya budaya keselamatan di lingkungan pendidikan, termasuk dalam mengenali potensi risiko yang dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.
Humas SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, Ahmad Natsir, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang dijalankan PT Pamapersada Nusantara telah memberikan dukungan positif bagi pengembangan budaya K3LH di lingkungan sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PAMA atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Sosialisasi ini menjadi lanjutan dari berbagai program Pama Safe School yang sebelumnya juga telah berjalan di SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara. Perwakilan guru kami juga sudah mendapatkan pelatihan, sehingga ke depan kami berharap sekolah ini dapat terus berkembang menjadi sekolah berbasis K3LH,” ujarnya.
Sementara itu, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Dwi, mengatakan bahwa Program Pama Safe School merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menanamkan budaya keselamatan sejak di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, perusahaan ingin mendorong pemahaman terkait pentingnya identifikasi bahaya dan pengendalian risiko sejak dini. Harapannya, budaya K3LH tidak hanya diterapkan di dunia kerja, tetapi juga dapat tumbuh di lingkungan sekolah dan menjadi kebiasaan positif bagi para siswa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan guru dan siswa dalam praktik langsung menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran bersama terhadap aspek keselamatan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan Sosialisasi IBPR tersebut, PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur berharap implementasi Program Pama Safe School dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya K3LH di lingkungan pendidikan.(*)


















