VIRALKALTIM, SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga satuan pendidikan untuk lebih aktif melakukan pendataan masyarakat yang berhak menerima manfaat program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur.
Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar berbagai program zakat dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Ardiansyah menjelaskan, masih terdapat sejumlah program BAZNAS yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena minimnya usulan penerima manfaat, seperti bantuan bagi lanjut usia dan beasiswa pendidikan.
Padahal, kuota bantuan yang telah disiapkan masih cukup besar untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Persoalan yang kita hadapi bukan pada programnya, melainkan data penerima manfaat yang belum maksimal. Karena itu, seluruh OPD, kecamatan, dan sekolah harus berkolaborasi dengan BAZNAS agar masyarakat yang berhak tidak terlewat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini BAZNAS Kutai Timur telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung penanganan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan usaha produktif. Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kutai Timur menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif berkelanjutan kepada 173 mustahik dengan total Rp835.440.098.
Selain itu, santunan juga diberikan kepada 842 anak yatim se-Kabupaten Kutai Timur senilai Rp842 juta, serta bantuan program rumah layak huni kepada dua penerima manfaat dengan total Rp80 juta.
Ardiansyah berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam pendataan penerima manfaat dapat meningkatkan efektivitas penyaluran zakat sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.(mel)


















