VIRALKALTIM– Bersama Relawan Ecoenzyme, Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) dan Adat Besar Kutai (ABK) kembali membuat trobosan. Ialah membuat dna mengembangkan Ecoenzyme untuk kepentingan masyarakat banyak.
Ecoenzyme adalah cairan fermentasi yang terbuat dari bahan-bahan organik dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pertanian hingga kebersihan rumah tangga.
Ketua Gekraf, Rustam Efendi Lubis didampingi Ketua Relawan Ecoenzyme, Reni Puspita Mandasari mengatakan jika pembuatan Ecoenzyme merupakan dukungan penuh dari Kaltim Prima Coal (KPC). Termasuk PT. Pama.
“Tentu saja ucapan terimakasih banyak kepada PT KPC dan PT. Pama yang terus memberikan dukungan kepada kami,” ujar Lubis.
Kata pria yang digelari Bupati Facebook itu, selain melakukan pembuatan, juga langsung merealisasikan di lapangan. Yakni menaburi di beberapa titik lokasi Pasar Induk Sangatta.
“Penaburan dilakukan bersama dengan pak Wakil Bupati Kutim, Polres Kutim, Dinas Lingkungan Hidup, UPT Pasar Induk Sangatta, Asosiasi Pedagang Pasar Induk, dan para komunitas-komunitas kepemudaan dan pecinta lingkungan,” jelas pria Humoris itu.
Lubis menceritakan, sebelum aksi dilakukan, dirinya membentuk relawan terlebih dahulu. Program ini sudah dirancang sejak enam bulan lalu.
“Hingga kemudian bekerjasama dengan PT. KPC dalam upaya pendampingan mengumpulkan sampah organik dari sisa-sisa kulit buah rumah tangga, pasar dan dari kios-kios buah di Sangatta,” katanya.
Maksud pembuatan Ecoenzyme ini diantaranya ialah selain berguna untuk lingkungan dan dapat menghasilkan nilai ekonomi juga mengurangi sampah rumah tangga.
“Hal ini tentu bertujuan membantu mengurangi debit sampah di Kota Sangatta dan memberikan efek positif mengurangi kuman dan bau tidak sedap di lingkungan Pasar Induk. Kedepannya kami akan lebih inten utk melakukan kegiatan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang memberikan apresiasi kepada Gekraf dan Komunitas
Ecoenzyme lantaran sudah bergerak menjaga lingkungan. “Tentu saja kami memberikan dukungan dan apresiasi,” katanya. (adv)


















