VIRALKALTIM — Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) TTB Kutim terus memantau kondisi air baku Sungai Sangatta, khususnya di sekitar Intake IPA Kabo. Pemantauan dilakukan setiap hari, terutama saat kondisi pasang, untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.
Asisten Manajer Laboratorium Perumdam Kutim, Endah Budi Lestari, mengatakan monitoring intensif dilakukan sejak 24 Agustus 2026. Pemeriksaan meliputi kadar klorida, salinitas, TDS, EC dan pH.
“Waktu pemeriksaan dilakukan pada saat kondisi pasang dan setiap hari,” kata Endah.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya perubahan kadar klorida di sejumlah titik. Di Jembatan Kampung Kajang, kadar klorida tercatat 315,6 ppm pada 24 Agustus dan meningkat menjadi 330,8 ppm pada 25 Agustus.
Namun, peningkatan tersebut belum menunjukkan pengaruh signifikan air asin dari muara terhadap air baku di Intake Kabo. Pada 7 September, kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang mencapai 400 mg/L, sedangkan di Prodesa Kabo hanya 4,8 mg/L.
Sementara hasil pemeriksaan pada 23 September menunjukkan kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang sebesar 148,2 mg/L, Prodesa Kabo 8,3 mg/L dan Intake Kabo 4,9 mg/L.
Endah menjelaskan, perubahan warna air menjadi hijau juga tidak otomatis disebabkan air laut atau tingginya kadar garam. Kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan organisme, alga atau bahan organik.
“Warna hijau lebih sering berkaitan dengan organisme, alga atau bahan organik, bukan karena ion garam,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat, terutama yang berada di sekitar wilayah muara, tidak menggunakan air sungai secara langsung untuk minum dan memasak. Untuk kebutuhan mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya, masyarakat diminta memperhatikan kondisi air, terutama jika terjadi perubahan warna, bau atau rasa.
Pemantauan kualitas air dilakukan melalui sejumlah parameter, di antaranya salinitas untuk mengukur tingkat keasinan, TDS untuk mengetahui jumlah padatan terlarut, EC untuk mengukur daya hantar listrik larutan, serta pH untuk mengetahui tingkat keasaman air.
“Pemantauan air baku ini akan terus dilakukan. Ini bagian dari upaya Perumdam Kutim menjaga kualitas air dan memastikan kondisi sumber air tetap terpantau,” ujar Endah.
Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, juga rutin turun langsung memantau kondisi air baku. Pengecekan dilakukan pada pagi hari dan kembali dilakukan sore hari.
Pada Jumat, 18 September 2026, Suparjan memantau kondisi air di titik sumber air baku IPA Kabo sekaligus mengecek aliran air hingga ke rumah pelanggan di kawasan Jalan Ahmad Yani, poros Sangatta-Bontang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi air terpantau mulai dari sumber hingga aliran yang diterima pelanggan. (adv/dy)


















