VIRALKALTIM, KALIORANG– Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur, Novian Prananta, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan infrastruktur sekaligus geliat investasi yang terus tumbuh di kawasan strategis tersebut.
“Untuk melihat perkembangan infrastruktur dan perkembangan geliat investasi di KEK MBTK,” ujar Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta, didampingi Sekretaris DPMPTSP Kutim Akhmad Tarmiji dan Kabag Umum Pirman.
Memasuki tahun 2026, KEK MBTK menunjukkan perkembangan baru dengan adanya rencana masuknya investasi berskala besar serta pembenahan berbagai fasilitas kawasan.
Selain itu, kerja sama strategis juga terus dikembangkan, salah satunya antara PT Maloy Batuta Trans Kalimantan dengan PT Palma Serasih Internasional.
Pengembangan KEK MBTK juga diarahkan tidak hanya pada sektor yang sudah ada, tetapi mulai membuka peluang bagi sektor baru, termasuk industri kimia dan energi surya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi serta transformasi ekonomi di Kalimantan Timur.
Seiring dengan meningkatnya minat investasi, pembenahan fasilitas dan tata kelola kawasan menjadi perhatian pemerintah. Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud sebelumnya menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas dasar agar KEK MBTK semakin siap menerima dan memberikan pelayanan kepada investor.
Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
KEK MBTK memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Timur. Kawasan ini diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Pengembangan kawasan diharapkan mampu mengolah bahan baku lokal, seperti kelapa sawit, kayu dan energi, menjadi produk bernilai tambah tinggi sehingga tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.
Secara geografis, KEK MBTK juga memiliki keunggulan karena berada di kawasan yang berkaitan dengan jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II), yang menjadi salah satu jalur perdagangan dan konektivitas penting antara Kalimantan, Sulawesi dan kawasan lainnya.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, masuknya investasi baru dan tata kelola yang profesional, KEK MBTK diharapkan mampu memperkuat daya saing Kutai Timur sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Bagi DPMPTSP Kutai Timur, perkembangan KEK MBTK menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan iklim investasi yang semakin menarik, memberikan kemudahan bagi investor, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.(*)


















