VIRALKALTIM, KALIORANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendampingi kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke wilayah Kutim, Senin (2/11/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan infrastruktur untuk mempercepat kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Novian Prananta, serta sejumlah pejabat terkait turut hadir mendampingi agenda tersebut.
Sesuai jadwal, rombongan meninjau ruas jalan nasional Sangatta–KEK MBTK sebelum melanjutkan kunjungan ke kawasan KEK Maloy. Peninjauan meliputi fasilitas pelabuhan dan instalasi penyediaan air bersih atau PDAM di Kawasan Ekonomi Maloy Batuta Trans.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar di kawasan yang diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir Kalimantan Timur.
Salah satu perhatian utama dalam peninjauan tersebut adalah ketersediaan air bersih. Infrastruktur ini dinilai menjadi kebutuhan mendasar untuk menunjang aktivitas industri, perdagangan, dan jasa di kawasan tersebut.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Bupati Kutai Timur menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur secara menyeluruh dalam meningkatkan daya saing kawasan industri. Ketersediaan lahan dan akses transportasi saja dinilai belum cukup tanpa dukungan infrastruktur vital yang memadai.
“Pertumbuhan investasi mutlak membutuhkan jaminan pasokan infrastruktur vital yang memadai dan berkelanjutan, khususnya air bersih dan energi,” terang Gubernur Rudy.
Infrastruktur Terintegrasi Jadi Kunci Investasi
Pengembangan KEK Maloy MBTK membutuhkan dukungan program yang terintegrasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Konektivitas jalan, kesiapan pelabuhan, ketersediaan air bersih, dan pasokan energi merupakan komponen penting yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran operasional kawasan.
Dengan infrastruktur yang memadai, KEK Maloy MBTK diharapkan mampu menarik minat investor sekaligus menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Kesiapan fasilitas dasar juga menjadi faktor penting bagi pelaku industri dalam menentukan lokasi dan keberlanjutan kegiatan investasinya.
Karena itu, sinergi lintas pemerintahan diperlukan agar pembangunan dan pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai kebutuhan serta memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Secara strategis, KEK Maloy MBTK dirancang menjadi motor penggerak hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan perkebunan di Kalimantan Timur.
Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan industri berskala besar, tetapi juga menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Keberadaan KEK Maloy MBTK berpotensi membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kutai Timur.
Dengan demikian, percepatan kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting dari upaya menjadikan KEK Maloy MBTK sebagai kawasan industri yang produktif dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat. (*)


















