VIRALKALTIM – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyoroti menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif para pemuda sebagai motor penggerak revitalisasi pertanian.
“Anak-anak muda harus terjun ke dunia pertanian. Saat ini keinginan masyarakat untuk menanam padi mulai hilang. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Jimmi dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa fenomena tingginya harga beras dalam beberapa bulan terakhir seharusnya menjadi alarm bagi daerah untuk memperkuat produksi pangan lokal. Ketergantungan pada pasokan luar daerah menurutnya dapat memicu kerentanan jika tidak segera diantisipasi.
“Kita sekarang masih terlalu bergantung pada pasokan beras dari Sulawesi dan Jawa. Kalau terus seperti ini, kita akan kesulitan menekan harga dan memenuhi kebutuhan sendiri,” tegasnya.
DPRD Kutim, lanjut Jimmi, akan terus mendorong berbagai program percepatan di sektor pertanian, terutama yang dapat menarik minat generasi muda. Dukungan terhadap teknologi pertanian modern, akses pembiayaan, hingga pelatihan dinilai menjadi kunci untuk membuka peluang usaha yang lebih menjanjikan.
Ia juga mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inovatif serta mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kalau anak muda mulai melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang ketinggalan zaman, maka kita bisa harapkan masa depan pangan Kutim yang lebih mandiri,” pungkasnya. (dy/adv)


















