VIRALKALTIM – Sebanyak 190 siswa SMPIT Darussalam Kutai Timur (Kutim) melakukan kunjungan edukatif ke Galeri Cagar Budaya Kutim. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari outing class siswa kelas VIII untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan daerah.
Para siswa yang berasal dari kelas 8A hingga 8F, termasuk Takhassus Akhwat dan Ikhwan, diajak menyusuri jejak budaya Kutim. Kegiatan tidak sekadar menjadi kunjungan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada para siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan tugas sebagai pengamat, pencatat, pewawancara, hingga penyaji hasil kunjungan. Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu memahami berbagai informasi mengenai sejarah dan kebudayaan Kutim sekaligus menyampaikannya kembali.
Salah seorang orang tua siswa menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan ke Galeri Cagar Budaya penting untuk mengenalkan sejarah dan budaya Kutim kepada generasi muda agar dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apalagi ada mata pelajarannya, sehingga apa yang mereka dapatkan di sini bisa diterapkan dan dikembangkan kembali di sekolah maupun dalam kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ilham, mengatakan terdapat dua hal menarik yang dapat dikenalkan kepada generasi muda di Kutim, yakni kekayaan budaya dan keindahan alam daerah.
“Yang menarik di Kutim itu ada dua, kebudayaan dan alamnya yang indah. Kita harus memperkenalkan para generasi muda sejak dini terkait sejarah dan budaya Kutim,” kata Ilham.
Menurutnya, kunjungan pelajar ke Galeri Cagar Budaya bukan merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan. Galeri tersebut telah beberapa kali menjadi tujuan kunjungan berbagai kelompok masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh sejarah dan budaya Kutim.
“Ini bukan kali pertama. Galeri Cagar Budaya sudah sering dikunjungi kelompok masyarakat. Bahkan besok ada kunjungan dari duta pelajar,” ujarnya.
Ilham berharap semakin banyak generasi muda yang berkunjung dan mengenal warisan budaya daerah. Dengan pengenalan sejak dini, sejarah dan kebudayaan Kutim diharapkan tidak hanya diketahui, tetapi juga tumbuh menjadi bagian dari kepedulian generasi penerus terhadap identitas daerah. (adv/dy)


















