VIRAL KALTIM, KUTIM – Salah satu perusahaan sawit di Kutim, yang terletak di KM 98 Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon siap dan berkomitmen membenahi kekurangan.
Hal ini dilakukan pasca mendapatkan sanksi dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kutim. Lantaran, sebagian cairan janjang kosong mengalir ke parit-parit perusahaan.
Yahya, selaku Senior Admin Manager perusahaan sawit mengatakan management berkomitmen untuk menjadi lebih baik dalam pengelolaan limbah perusahaan. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan memperbaiki semua kekurangan perusahaan. “Secepatnya akan kami perbaiki,” ujar Yahya.
Yahya menjelaskan, belum terangkutnya ribuan janjang kosong lantaran tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa minggu terakhir di bulan April 2019 ini.
Tingginya curah hujan juga membuat air di kolam penampungan jangkos milik perusahaan meluap sehingga lindi dari jangkos masuk ke parit perusahaan,” katanya.
“Armada milik kami tidak bisa masuk ke dalam lokasi perkebunan. Intensitas curah hujan yang tinggi membuat akses jalan masuk tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan, maksimal 10 hari ke depan kami akan menyelesaikan masalah tumpukan limbah padat ini,” jelasnya.
Dirinya juga menuturkan tidak ada faktor kesengajaan dari pihak management dalam kejadian ini. Karena selama waktu berdirinya perusahaan ini di Kutim, belum pernah ada permasalahan yang demikian.
“Tetapi yang jelas kami komitmen untuk memperbaiki kekurangan. Kami juga memanfaatkan CSR untuk bidang pendidikan dan kesehatan. (dy)


















