VIRALKALTIM – Rapat Koordinasi Daerah (Rakoorda) BAZNAS se-Kalimantan Timur (Kaltim) dirangkaikan dengan kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, tata kelola, serta kapasitas pimpinan dan pengelola BAZNAS di tingkat daerah.

Pembukaan Rakoorda dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, para bupati dan wali kota se-Kaltim, serta jajaran pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Setelah agenda pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan BAZNAS Strategic Development yang berlangsung hingga hari terakhir. BSD diisi dengan berbagai materi strategis, diskusi, serta evaluasi yang berkaitan dengan pengelolaan zakat dan penguatan kelembagaan BAZNAS di daerah.
Sejumlah materi penting diberikan oleh para narasumber dari BAZNAS RI, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, maupun lembaga terkait.
Materi pertama membahas peran Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama dalam tata kelola zakat di daerah, yang disampaikan Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., selaku Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, serta Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, selaku Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi manajemen konflik dan problem solving yang disampaikan Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., selaku Wakil Ketua BAZNAS RI.
Penguatan kelembagaan juga menjadi perhatian melalui materi BAZNAS sebagai LPNS yang kolektif dan berkorporasi yang disampaikan Hj. Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah.
Sementara itu, materi mengenai profil amil disampaikan Sarniti selaku Direktur LSP Pusdiklat BAZNAS RI. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan wewenang pimpinan BAZNAS daerah yang disampaikan Khuzaifah Hanum.
Dalam upaya memperkuat kepercayaan masyarakat, BSD juga membahas strategi membangun kepercayaan publik melalui regulasi dan etika pengelolaan zakat yang disampaikan Mulya Dwi Harto.
Tak hanya itu, aspek komunikasi dan reputasi lembaga turut menjadi perhatian. Materi strategi mengelola reputasi lembaga dan manajemen komunikasi publik BAZNAS disampaikan Ndari Rumi Widyawati.
Dari sisi program, peserta mendapatkan materi program pendistribusian dan pendayagunaan ZIZ yang berdampak dan fundraise-able yang disampaikan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan.
Penguatan penghimpunan zakat di daerah juga dibahas melalui materi optimalisasi fundraising BAZNAS daerah yang disampaikan Fitriansyah Agus Setiawan.
Sebagai bagian dari evaluasi, kegiatan BSD ditutup dengan materi evaluasi kinerja dan pelaporan pengelolaan zakat tahun 2025 serta semester I tahun 2026, yang kembali disampaikan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si.
Melalui rangkaian Rakoorda dan BAZNAS Strategic Development ini, BAZNAS se-Kaltim diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat. Tidak hanya dari sisi penghimpunan, tetapi juga dalam pendistribusian, pendayagunaan, pelayanan kepada mustahik, serta membangun kepercayaan publik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan strategi antara BAZNAS daerah dengan pemerintah serta BAZNAS RI, sehingga pengelolaan zakat di Kalimantan Timur dapat semakin profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.(*)


















