VIRALKALTIM– Dalam Penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap RAPBD 2026, anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung menegaskan secara retoris dan optimistis bahwa Kutai Timur berada pada momentum strategis untuk melakukan lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Ia menilai bahwa inilah waktu yang tepat bagi daerah untuk mempercepat langkah dan tidak lagi terjebak pada pola pembangunan yang lamban.
“Saya menyampaikan bahwa saat ini Kutai Timur harus bergerak dengan lebih cepat, terukur, dan berani untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Lima tahun ke depan, menurutnya, harus menjadi periode percepatan pembangunan, bukan masa penundaan berbagai program penting.
“Dalam pandangan tersebut, saya menekankan bahwa pembangunan jalan dan jembatan, perluasan elektrifikasi desa, penyediaan air bersih, pengoperasian aktif Pelabuhan Kenyamukan, hingga realisasi Bandara Kutai Timur bukan sekadar daftar rencana, melainkan simbol masa depan daerah yang lebih maju dan lebih sejahtera. Semua itu merupakan gambaran arah pembangunan yang harus terus diperjuangkan,” paparnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang menempatkan infrastruktur dasar sebagai prioritas. Menurut pandangannya, pembangunan yang baik bukan hanya soal capaian fisik, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat dirasakan langsung dan berpengaruh pada kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di sisi lain, ia menyoroti capaian positif pemerintah dalam pemerataan listrik desa. Sebanyak 115 desa telah mendapatkan aliran listrik PLN, sementara 13 desa lainnya sedang dalam proses melalui APBN-P 2025 sehingga total 128 desa akan segera menikmati listrik.
“Dengan capaian tersebut, saya menyampaikan keyakinan bahwa hanya tersisa 13 desa lagi yang menunggu untuk mendapatkan layanan elektrifikasi penuh, dan saya percaya proses itu akan segera tuntas,” katanya.
Selain itu, ia turut mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperluas layanan air bersih. Tercatat 58 desa telah terlayani Perumdam, 42 desa mendapat layanan melalui Spamdes APBD dan Pamsimas APBN. Sementara 41 desa lainnya masih dalam proses penyediaan layanan air bersih.
“Saya menilai bahwa progres ini merupakan bagian penting dari peningkatan kualitas hidup masyarakat Kutai Timur,” tutupnya. (dy)


















